MUNGKID – Mobil listrik karya siswa-siswa SMK Muhammadiyah Satu (SMK Mutu) Bandongan resmi di-launching secara resmi bersamaan Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Kabupaten Magelang menggelar upacara apel Hizbul Wathan dan Gebyar Pendidikan Sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Magelang di Lapangan Drh Soepardi, Mungkid.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten Pemerintahan Pemkab Magelang Drs H Eko Triyono dengan Kepala SMK Mutu Bandongan Drs Sularta MPd menjajal mobil listrik tersebut. Keduanya mengitari rute jalan di Lapangan Drh Soepardi.
Eko mengapresiasi hasil karya siswa-siswa SMK Mutu Bandongan tersebut.”Peningkatan SDM di lingkungan pendidikan Muhammadiyah seharusnya jadi prioritas dalam rangka meningkatkan nilai manfaat sekolah Muhammadiyah. Apalagi persaingan di bidang pendidikan semakin ketat. Ke depan, hanya sekolah yang memiliki SDM yang berkualitas yang mampu bertahan di tengah persaingan global,” tegas Eko, kemarin (27/2).
Eko melanjutkan, kepanduan Hizbul Wathan pada perjalanan sejarahnya menjadi wadah pendidikan bagi generasi muda Muhammadiyah. Kegiatan ini dinilai menjadi sarana dakwah yang ampuh. Tidak sedikit, pemuda-pemudi anggota pandu Hizbul Wathan menjadi orang yang percaya diri dan memiliki kepribadian yang baik. Mereka menjadi warga yang berguna.
Dikatakan Eko, sejarah mencatat gerakan Kepanduan Hizbul Wathan menjadi warna tersendiri dalam kancah perjuangan dan melahirkan orang-orang yang berjasa bagi bangsa dan negara. Tidak hanya menjadi tokoh Muhammadiyah, tetapi juga menjadi tokoh nasional.
“Seperti Panglima Besar Jendral Soedirman, Mantan Ketua MPR RI M Amien Rais, Presiden ke-2 RI Jendral Soeharto, dan lainya,” imbuhnya.
Eko juga menyampaikan penyelenggaraan kegiatan Gebyar Pendidikan Sekolah Muhammadiyah Kabupaten Magelang dalam rangka meningkatkan syiar Islam. Serta, menggembirakan pengelola dan pelaku bidang pendidikan di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah di Kabupaten Magelang.
Kepala SMK Mutu Bandongan Sularta menambahkan, mobil listrik karya siswa SMK Muhammadiyah Bandongan merupakan hasil kerja sama dengan STT Nas Jogjakarta. Sumber daya mobil listrik karya siswa SMK Muhammadiyah Bandongan tersebut menggunakan empat aki dengan tegangan 48 volt. Aki tersebut memiliki daya tahan kurang lebih empat jam berkecepatan 40-60 kilometer per jam.
“Mesin yang digunakan mesin motor merk kelly dengan putaran mesin 1.000-1.500 rpm dan berpenggerak rantai, serta menggunakan sistem pengereman hidrolik,” katanya.(ady/hes)