JOGJA – Lama tak terdengar kiprahnya di pentas politik setelah keluar dari Partai Demokrat akhir 2010 lalu, GBPH Prabukusumo mendadak muncul di tengah ratusan kader dan pengurus Partai Golkar DIJ.
Itu terjadi dalam acara workshop Pemenangan Pemilu dan Diklat Jurkamda Partai Golkar DIJ di auditorium LPP Jalan Oerip Soemoharjo Jogja, kemarin (27/2).
Tak sekadar menjadi tamu undangan, Prabukusumo juga didaulat memberikan wejangan kepada 400 peserta diklat jurkamda tersebut. Seakan-akan ingin menyesuaikan dengan suasana acara, ia juga mengenakan baju batik kuning senada dengan yang dipakai mayoritas peserta acara.
Adik Sultan Hamengku Buwono X itu tampak bersemangat saat diberikan kesempatan berbicara. Mantan ketua DPD Partai Demokrat DIJ itu memberikan sejumlah kiat dan strategi memenangkan Pemilu 2014.
“Caleg jangan pernah ragu melakukan sosialisasi. Setiap sosialisasi harus memberikan kesan positif di mata rakyat. Itu bentuk pendidikan politik kepada masyarakat,” ungkap Prabukusumo.
Sebagai calon pemimpin bangsa, Prabukusumo juga berpesan agar setiap kader Partai Golkar memahami dan menguasai sistem pemerintahan dan negara. Dengan demikian, mereka akan mampu memberikan pengabdian kepada rakyat, bangsa dan negara secara utuh. Selain itu, setiap caleg juga diwanti-wanti mengerti karakteristik konstituen, dan calon pemilih.
Bagi Prabukusumo ada di tengah-tengah anggota Golkar bukan hal yang asing. Sebelum bergabung dengan Partai Demokrat, di masa lalu putra HB IX dengan garwa dalem KRAy Hastungkoro juga pernah menjabat ketua DPD AMPI DIJ. AMPI merupakan salah satu ormas kepemudaan di lingkungan Golkar.
Kehadiran Prabukusumo di tengah ratusan kader Partai Golkar itu mendapatkan apresiasi Ketua DPD Partai Golkar DIJ Gandung Pardiman. Ia menyatakan, rasa hormat kepada Prabukusumo yang selalu bicara kebenaran secara blak-blakan.
Meski kerabat Keraton Jogja, di mata Gandung, Prabukusumo mempunyai nafas perjuangan bersama partainya. Menurut Gandung, dalam politik itu tak boleh melakukan politik balas dendam, dan bersikap arogan.
“Dalam berpolitik jga jangan kementhus (arogan) Politik itu kasih sayang. Saya tidak menyangka perjuangan Keistimewaan DIJ kemudian melahirkan adanya dana keistimewaan,” katanya.
Di depan peserta, anggota Komisi V DPR RI itu juga mengingatkan, kemenangan partainya dalam pemilu mendatang menjadi kebanggaan yang harus diraih.
Diceritakan, pada 1997, Golkar meraih 27 kursi di Kabupaten Gunungkidul. Selanjutnya pada Pemilu 1999 setelah berpisah dengan jalur birokrasi dan ABRI, perolehan di DPRD Gunungkidul menjadi 12 jadi 12 kursi.
Sebagai kader Golkar sejak era 1970-an, Gandung ingin mengembalikan kejayaan Golkar di Gunungkidul sekaligus mengembalikan keadaan jadi lebih baik. Kemenangan Partai Golkar adalah kemenangan rakyat. Sedangkan menjadi anggota dewan hanya merupakan bonus perjuangan. Karena itu, ia minta kadernya agar selalu berpikir dan bertindak membesarkan partai.
“Saya tidak jadi DPR tidak apa-apa asal kita punya kebanggaan,” katanya.
Ayah tiga anak itu bertekad akan mengganti 50 persen biaya bagi caleg yang tidak jadi. Sedangkan bagi yang terpilih diberi kompensasi 25 persen.
“Soal uangnya dari mana? Dari Gusti Allah karena kita ikhlas. Sedangkan TPS yang menang secara linier akan saya beri hadiah Rp 30 juta,” ucapnya semangat.
Di tempat sama, Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham meyakini sampai sekarang hati Sultan Hamengku Buwono X tidak berubah. “Hati beliau tetap kuning,” ucapnya.
Seperti diketahui, sesuai UU No 13/2012 tentang Keistimewaan DIJ, HB X harus keluar dari Partai Golkar. UUK melarang gubernur DIJ itu aktif di partai politik. Meski tak lagi secara struktural bergabung dengan partainya, daya pikat dan posisi strategis raja Keraton Jogja itu perlu dikomunikasikan kepada rakyat DIJ melalui juru kampanye Partai Golkar.
“HB X pernah menjadi ketua DPD Golkar selama beberapa periode. Jurkam adalah penyambung lidah partai. Jurkam harus menyampaikan kepada rakyat hati Sultan tetap kuning,” katanya.
Idrus datang didampingi Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo. Firman juga tercatat menjabat Kabid Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa II yang meliputi DIJ dan Jawa Tengah. Juga ada fungsionaris DPP Partai Golkar Marlinda Poernomo.
Dalam acara itu juga diumumkan revitalisasi susunan Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DIJ. Bertindak sebagai ketua Adi Sutrisno dengan anggota di antaranya Rachmat Ali, HM Sudarno, KPH Tjondrokusumo, Najib M. Saleh, Soenarto, Hari Purnomo dan beberapa nama lainnya. (mar/amd)