KALIBAWANG – Festival durian di Dusun Bendo, Banjaroyo, Kalibawang, mengalami peningkatan jumlah pengunjung. Tak seperti tahun lalu, festival durian kali ini dikunjungi sekitar 5.000 orang. Hal itu disebabkan karena stok durian petani dan pedagang mencapai 7.000 durian.
Ketua panitia festival durian Rokhmadu Inuhayi mengatakan, tahun ketiga acara festival durian ini panitia mengumpulkan lebih banyak buah durian yang dijual pedagang dan petani. Sehingga berdampak pada jumlah pengunjung yang meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kami mencatat sebanyak 7.000 buah durian. Harganya bermacam-macam. Mulai Rp 20 ribu-Rp 100 ribu. Yang sudah bersertifikat, Rp 50 ribu-Rp 200 ribu,” kata Rokhmadu (2/3).
Festival durian yang digelar sehari ini memuaskan dibanding tahun lalu. Sebab, selain dikemas dengan cara menarik, festival juga digelar lelang durian kuning menoreh. Durian itu sudah bersertifikat. Sehingga pelelangan durian pun menjadi daya tarik tersendiri.
Nilai transaksi festival durian, kata Rokhmadu, lebih dari Rp 200 juta. Hal itu mempertimbangkan nilai transaksi jual beli durian pada festival sebelumnya mencapai angka itu. Dengan persediaan durian banyak, bukan tidak mungkin nilai transaksi meningkat.
Festival durian yang menarik ribuan pengunjung bukan hanya dari Jogja itu, juga digelar pasar durian, dan lomba foto gila durian. Sedangkan acara utama lomba kontes durian dengan kriteria penilaian berdasarkan rasa, tekstur, aroma, ketebalan daging, tampilan, dan keunikan.
Salah seorang pembeli asal Surabaya, Arifa Iswarida mengatakan, sangat menyukai durian. Dia yang baru kali ini datang ke festival ini, mengaku ada perbedaan rasa durian jika dibandingkan dengan durian dari daerah lain.
“Mungkin lebih manis, pekat, dan mantap kalau durian asal Sumatera. Tapi ini juga punya ciri khas tersendiri,” kata Arifa.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertanhut) Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono menjelaskan, sejauh ini telah menyatakan ada dua buah durian yang sudah bersertifikat. Yaitu buah durian menoreh kuning dan durian menoreh merah jambu. Melalui festival ini, tidak menutup kemungkinan muncul lagi durianyang layak diberi sertifikat.
“Tapi kan ada catatan dan penilaian yang detail. Sejauh ini, pemerintah fokus dulu pada pengembangan dua durian yang bersertifikat,” kata Bambang.
Melalui festival ini, kata Bambang, bisa mengenalkan durian bersertifikat khas Kulonprogo kepada masyarakat umum. Sehingga hal itu berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat serta tidak menutup kemungkinan daerah itu bisa menjadi agrowisata. (fid/iwa)