WONOSARI – Setelah melakukan pemetaan rawan pemilu, Kodim 0730 Gunungkidul menggelar pertemuan dengan tokoh agama. Tujuan kegiatan tersebut untuk menciptakan suasana aman dan kondusif menjelang pemilihan umum (pemilu).
Berlangsung di Aula Kodim 0730 Gunungkidul kemarin (2/3) TNI mengundang kepolisain, dan tokoh agama. Hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolres AKBP Faried Zulkarnaen, Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama H Iskanto, pimpinan pondok pesantren dan perwakilan tokoh agama di Gunungkidul.
“Situasi tertib dan aman bisa terwujud jika kerukunan internal dan antarumat beragama terjaga dengan baik,” kata Dandim 0730 Gunungkidul Letkol Arh Herman Toni.
Dia menjelaskan, untuk memelihara kerukunan antarumat beragama, perlu dilakukan pendalaman spiritual. Berimplementasi bagi kemanusiaan mengarah kepada nilai ketuhanan agar tidak terjadi penyimpangan nilai sosial kemasyarakatan maupun sosial keagamaan. Selain itu menyadari bahwa suatu perbedaan merupakan realitas kehidupan yang ada di masyarakat.
H. Iskanto mengapresiasi langkah TNI menggelar pertemuan dan diskusi jelang pemilu. Dia berharap, hasil pertemuan bisa langsung diterapkan ke kehidupan masyarakat.
“Mari kita jaga bersama kerukunan. Dalam pemilu boleh beda pilihan, namun jangan sampai kerukunan terpecah belah,” pintanya.
Faried Zulkanrnain berpesan masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Jangan sampai mudah terprovokasi sehingga semua menjadi rugi.
“Kalau sudah terjadi keributan semua akan rugi. Jadi, mari kita jaga bersama kerukunan dan jangan mudah terpancing,” kata Faried. (gun/iwa)