MUNGKID – Kertas suara Pemilihan Umum (Pemilu) Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah ditemukan banyak yang rusak. Temuan kerusakan kertas suara ada beberapa bagian.Di antaranya, kertas suara sobek membujur dari sisi tepi surat hingga tengah surat suara, noda tinta banyak yang menutupi nomor urut, wajah, dan nama calon anggota DPD. Bahkan, juga ditemukan ada kertas suara yang sobek seperti bekas coblosan.
Salah satu relawan pelipat suara Titi Aulia mengatakan, banyak kertas suara yang rusak ditemukan saat disortir.
“Saya sendiri menemukan 20 kertas suara rusak. Kerusakan kertas suara ditemukan, karena sobek dan adanya tinta noda hitam,” ungkap Titi, di sela menyortir kertas suara DPD Jateng di GOR Gemilang, Mungkid, kemarin (2/3).
Temuan kertas suara rusak noda tinta tersebut hampir seluruhnya mengenai nama salah satu calon anggota DPD.
“Kami sudah diberi arahan untuk menyortir. Kami sudah memisahkan agar tidak tercampur dengan yang tidak rusak,” imbuh Nuryati, relawan lainnya.
Kerusakan kertas suara itu dinilai mengganggu bagi pemilih nantinya. Koordinator Pelipatan Surat Suara Pemilu DPD di GOR Gemilang, Suwarto mengungkapkan, secara total kerusakan kertas suara mencapai 716 lembar. Jumlah kerusakan tersebut merupakan jumlah total surat suara yang dilipat di GOR Gemilang.
“Ini kami sortir dan selanjutnya akan kami sampaikan ke percetakan,” tegasnya.
Dijelaskan, surat suara tersebut datang ke KPU setempat pada 24 Februari 2014. Pelipatan surat suara sudah dilaksanakan sejak 28 Februari lalu dan mencapai 969.708 lembar. Pelipatan surat suara melibatkan 288 relawan dari unsur masyarakat. Termasuk, 15 anggota KPU dan 105 pengawas dari PPK.
“Mereka mengawasi empat gudang,” imbuh Ketua KPU Kabupaten Magelang, Affifudin.
Pada kertas pemilu untuk DPD, spesimen surat suara yang diterima berukuran 42 sentimeter x 52 sentimeter. Selain berisi foto dan nama, juga dilengkapi nomor urut. Sementara itu, pada Pemilu 2009, kertas suara untuk DPD tidak berisi nomor urut dan terdiri dari 32 calon.
Menanggapi itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Magelang, Suviratno meminta temuan surat suara yang rusak untuk diperhatikan. KPU diminta benar-benar memperhatikan kerusakan surat suara itu dengan mengirimkan permintaan surat suara yang rusak ke percetakan.
“Kami telah menyampaikan pesan itu secara lisan ke KPU,” katanya.(ady/hes)