WONOSARI – Konflik Gua Pindul Bejiharjo, Karangmojo semakin tak berujung. Kabar terbaru, pemilik tanah di atas gua, Atiek Damayanti melaporkan tiga pengelola, pokdarwis Panca Wisata, Dewa Bejo, Wira Wisata termasuk Bupati Gunungkidul Badingah ke polisi.
Tak hanya itu, Atiek juga melaporkan pejabat pemkab lain seperti Wakil Bupati Immawan Wahyudi dan Sekda Budi Martono dengan tuduhan memanfaatkan sumber daya alam tanpa izin.
Laporan tersebut disampaikan kubu Atiek sekitar dua pekan lalu. Saat ini Polres Gunungkidul sudah memintai keterangan dari tiga pengelola yakni Subagyo, Warman dan Hari Punarman. Namun Badingah, Immawan Wahyudi dan Budi Martono belum dimintai keterangan.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Suhadi mengatakan dalam laporannya, Atiek menuding terlapor melakukan pemanfaatan sumber daya alam (SDA) yang ada di bawah tanah miliknya tanpa izin. Sementara pemerintah, dalam hal ini bupati, wakil bupati dan sekda tetap mengizinkan kegiatan wisata yang ada di Gua Pindul.
“Saat ini kepolisian masih mendalami laporan yang disampaikan terlapor,” kata Suhadi.
Sementara itu, Immawan Wahyudi menanggapi dingin laporan Atiek Damyanti. Menurut dia, semua orang memiliki hak melaporkan orang lain ke kepolisian. Namun orang yang melaporkan juga harus bisa mempertangungjawabkan laporannya.
Salah seorang ketua Pokdarwis Dewa Bejo, Subagyo mengakui sudah dimintai keterangan polisi terkait permasalahan tersebut. Dia menjelaskan, telah memenuhi panggilan petugas pada Jumat (28/2). Saat itu dirinya dimintai keterangan terkait dengan pemanfaatan Gua Pindul.
“Dimintai keterangan atas laporan Atiek tentang pemafaatan air tanpa izin. Saya menghormati proses hukum,” terangnya. (gun/iwa)