JOGJA – Penggunaan cloud computing menjadi solusi yang efektif bagi perkantoran, perusahaan, kampus, maupun tempat usaha kecil untuk menghemat server. Karena penggunaan cloud diperuntukkan bagi jaringan local area network (LAN).
Ini disampaikan pakar IT nasional, Onno Widodo Purbo saat Seminar IT 2014 bertema Meningkatkan Kemampuan e-Government dengan Teknologi 2014. Seminar sendiri diadakan Jogjamediacom di Hotel Sahid Rich Jogja, Sabtu (1/3).
Menurut Onno, dengan menggunakan cloud bagi institusi, ternyata jauh lebih efisien.
“Cloud itu server. Jadi, semisal dalam satu perusahaan bagian accounting butuh server tinggal contreng saja, tidak beli,” paparnya.
Dengan menggunakan cloud ini, juga tidak membutuhkan jaringan internet. Tetapi efektif digunakan dalam kerangka kerja komputasi secara online lokal atau LAN.
Onno menyarankan dalam menggunakan cloud, juga diiringi dengan menggunakan sistem operasi (OS) open source, seperti Linux.
Diakuinya, masyarakat di Indonesia lebih familiar dengan Windows dibandingkan Linux, dalam pilihan operating system (OS). Ini dikarenakan dalam pelajaran komputer di sekolah, masih banyak yang menggunakan sistem operasi Windows. Meski begitu, dalam buku panduan pelajaran resmi yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan, untuk level SMP dan SMA sudah berbasis Linux.
“Masalahnya, gurunya tidak mau Linux karena tidak bisa,” ungkapnya.
Kepala Bidang Layanan Teknologi Manajemen Informasi Dishubkominfo DIJ, Ir Rony Primanto menambahkan, di kantornya menggunakan Linux. Tetapi sering file yang dikirim dari pusat, masih menggunakan format Windows. Diakuinya, kelemahan yang ia rasakan, karena dari pusat juga belum sepenuhnya menggunakan Linux.
“Pemprov DIJ sudah mengarahkan ke open source,” tegasnya.
Untuk e-Government, jelas Roni, di Jogjakarta diharapkan juga bisa diaplikasikan untuk Smartphone. Seperti Android maupun BlackBerry (BB). Di antaranya, dengan meningkatkan kualitas layanan dan aksebilitas.
Selain itu e-Government milik DIJ juga mulai mengarah ke green technology.
“Sudah berwawasan lingkungan. Di antaranya dengan penggunaan teknologi hemat energi,” katanya.(pra/hes)