PURWOREJO – Amin Prasetyo, 30, warga Dusun Sepakis, RT 01/ RW 02, Desa Kaliglagah, Kecamatan Loano diduga mengalami gangguan jiwa. Ia diamankan polisi, setelah nekat memanjat tiang telepon yang berada didepan Pos Polisi Tugu Kelurahan Baledono Kecamatan Kabupaten Purworejo, Sabtu (1/3) malam.
Kejadian itu membuat gempar warga sekitar lokasi kejadian. Sempat beredar kabar, Amin akan bunuh diri. Belum lagi, lokasi tiang telepon itu berada tidak jauh dari Jalan Raya Purworejo-Magelang, sehingga banyak pengguna jalan yang melambat atau menghentikan laju kendaraannya sekedar ingin menonton kehebohan itu.
Saat kejadian, banyak orang yang berteriak meminta Amin turun. Bahkan, ada yang melemparinya dengan kerikil, agar segera turun. Namun, bukannya turun, Amin justru melompat ke papan baliho setinggi lima meter yang ada tidak jauh dari tiang telepon.
Setelah ada petugas Banpol Pos Polisi Tugu yang membujuk orang agar mau turun, akhirnya ia segera turun. Lalu diamankan di Pos Polisi Tugu.
Setelah ditanya, ia mengelak dituduh sebagai orang gila. Amin mengaku memanjat tiang telepon dan baliho, lantaran mendapat izin dari sejumlah kiai di Purworejo.
“Saya mendapatkan perintah dari Bung Karno untuk mengambil bendera merah-putih yang ada di atas sana. Setelah itu, saya sowan pada sejumlah kiai untuk mengambil bendera itu dan akhirnya berhasil,” ujarnya.
Petugas Banpol Pos Polisi Tugu Sugeng, 43, berhasil membujuk Amin. Ia mengajaknya makan dan minum. Setelah dua jam di atas tiang telepon, akhirnya Amin berhasil diamankan.
“Saat saya tanya, jawabannya ngelantur tidak jelas. Ia bersikeras telah mendapatkan bisikan gaib untuk memanjat tiang telepon yang berada di atas tiang tersebut,” papar Sugeng.
Dikatakan Sugeng, usai diamankan, kemudian berkoordinasi dengan Polsek Purworejo Kota dan Mapolsek Loano. Amin diserahkan pada keluarganya.
“Sepeda motor dan tas milik Amin kami amankan. Biar diambil sama pihak keluarga,” katanya.(tom/hes)