JOGJA-Setelah satu minggu melakukan seleksi besar, Tim Teknis PSIM Jogja ternyata belum berhasil menentukan kerangka tim pasti untuk mengarungi Divisi Utama musim 2014. Sempat berencana menjaring maksimal 23 pemain, Maman Durachman dkk ternyata memilih untuk menjaring 25 pemain untuk kembali diseleksi pekan ini.
Dalam jumpa pers di Wisma PSSI kemarin (2/3) salah satu anggota tim teknis Seto Nurdiyantara mengatakan, keputusan ini diambil karena pihaknya menilai begitu banyak pemain yang sangat potensial selama seleksi. Karena hal itu, tim teknis merasa sayang mencoret pemain-pemain yang sejatinya belum layak didepak.
Selain memilih 25 pemain untuk mengikuti seleksi lanjutan, jajaran tim teknis merubah kebijakan lain yang telah mereka tetapkan sebelumnya. Ya, Seto memastikan di musim ini akan ada lima pemain magang di Laskar Mataram.
“Ternyata setelah kami lihat kok banyak pemain seleksi yang bagus. Jadinya ya kami memutuskan untuk memilih 25 pemain dan pekan ini mereka diseleksi lagi. Selain itu agar potensi pemain tak sia-sia kami tetap mengadakan program magang yang berisikan lima penggawa,” tandasnya.
Seto menambahkan, seleksi yang dilakukan pekan ini bakal memilih 23 pemain. Dari jumlah itu, 18 di antaranya akan masuk tim utama sedangkan lima di antaranya masuk ke program magang.
Seto memastikan, tim pelatih benar-benar menggunakan prinsip keadilan dalam proses seleksi. Mereka sudah membuktikan keberaniannya mencoret salah satu pemain lama. Gelandang Yoega Firmansyah dipastikan tak terlihat lagi di skuad PSIM musim ini karena dianggap mengalami degradasi performa. “Ya, kami sudah membuktikan kalau proses seleksi ini objektif. Buktinya kami bernain mencoret Yoega yang notabene pemain lama,” tandasnya.
Demi membuat PSIM lebih kompetitif di Divisi Utama 2014, tim teknis pun memilih untuk kembali memanggil mantan penggawa yang berasal dari luar DIJ. Manajer Tim sementara Lakar Mataram, Dwi Irianto membeberkan ada empat pemain non DIJ yang segera bergabung dalam latihan, yakni Eko Budi Santoso, Eko Pujiyanto, Supri Andrianto serta Engkus Kuswaha.
Nama Engkus tentu layak menjadi sorotan. Sebab berbeda dengan tiga pemain lainnya, Engkus bukanlah penggawa PSIM musim lalu. Ya, Engkus adalah mesin gol PSIM pada Divisi Utama musim 2010/2011. Pada musim 2011/2012 serta 2013 berturut-turut pria asal Jawa Barat ini bermain untuk PSIS Semarang dan Deltras Sidoardjo.
Selain empat pemain di atas, PSIM juga akan mencari pemain luar daerah yang berposisi sebagai playmaker. Sebenarnya, mereka tak perlu pusing mencari sebab PSIM masih bisa merekrut kapten dua musim terakhir Nova Zaenal. Tapi, satu hal factor penghalang Nova ialah usianya yang sudah cukup uzur.
“Untuk posisi gelandang serang kami akan memilih yang bisa menjadi panutan serta usianya tak tua-tua amat. Adapun dari empat pemain non DIJ yang kami pamggil, Eko Budi dan Supri nampaknya menjadi dua pemain yang sudah bisa ikut dala sesi latihan Selasa nanti. Senin kami libur latihan dulu,” kata pria yang akrab disapa MP ini.
Di bagian lain, PSIM masih memiliki masalah dalam penyediaan tempat tinggal pemain-pemain luar daerah. Wisma PSSI yang sudah direncanakan untuk menjadi mes pemain memang bakal diresmikan 5 Maret nanti. Tapi hingga kini belum diketahui apakah dalam persemian tersebut Kemenpora juga sudah menyerahkan pengelolaan Wisma ke Asprov PSSI DIJ.
Selama hal tersebut belum jelas, diam-diam PSIM sudah memiliki solusi alternatif. Jika pengelolan Wisma belum diserahkan ke Asprov PSSI DIJ dalam waktu dekat, Ketua Umum (Ketum) PSIM Haryadi Suyuti sudah menyiapkan SMKN 4 Jogja untuk dijadikan mes sementara.
“Meskipun sekolah, tempat itu cukup layak untuk ditinggali. Atau mungkin bisa juga pemain luar daerah ini tidur di sekretariat diklat sepak bola Kota Jogja atau kamar pelatih. Di sana ada beberapa kamar layak huni juga,” jelasnya. (nes/din)