JOGJA – Wakil Gubernur DIJ Paku Alam IX punya harapan besar terhadap Polri. Dia menyatakan institusi Polri yang bersih merupakan dambaan masyarakat.
Karena itu, tegasnya, Polri harus bisa menjamin perekrutan anggota Polri benar-benar bersih dan bebas dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN). “Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin baik,” kata PA IX dalam pembukaan Pameran Sosialisasi Penerimaan anggota Polri 2014 kemarin (2/3).
Dalam kesempatan itu, PA IX memberikan contoh salah seorang anggota Polri yang bersih dan tegas dalam menerapkan aturan kepada siapa pun. Anggota Polri itu ialah anggota Polres Tegal yakni Brigadir Royadin.
Ia berani menilang Hamengku Buwono IX karena melanggar rambu lalu lintas. “Semoga pameran ini dapat membuktikan Polri sebagai institusi yang bersih dan mendapatkan anggota yang kompeten,” PA IX.
Berdasar sejumlah literatur, HB IX sempat terkena tilang saat mengemudikan mobil di Pekalongan. Itu terjadi pertengahan 1960-an.
Saat itu jalan raya didominasi becak dan delman. Di sebuah persimpangan jalan, melaju sedan bercat hitam dengan pelat AB dari arah selatan. Mobil itu melaju ke utara dan belok ke barat di persimpangan tersebut. Mobil itu melaju dengan melawan arus.
Royadin yang saat itu sedang bertugas segera menghentikan sedan hitam itu. Pengemudi sedan hitam itu lantas ditilang. Sang pengemudi adalah HB IX. Dengan lapang dada, HB X tidak menolak ditilang.
Di sisi lain, institusi Polri terus berbenah. Selain bidang pelayanan, pembenahan juga menjangkau sumber daya manusia. Ini, salah satunya, dilakukan Polri dengan membuka rekrutmen anggota baru.
Strategi teranyar yang ditempuh untuk melakukan rekrutmen ialah menggelar pameran tunggal sosialisasi penerimaan anggota baru Polri 2014. Pameran dan sosialisasi yang diadakan di Benteng Vredeburg Jogja mulai kemarin (2/3) ini bertujuan memberikan wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat mengenai sistem rekrutmen anggota Polri.
“Rekrutmen dan tes calon anggota Polri dilakukan secara transparan dan akuntabel,” kata Kapolda DIJ Brigjen Haka Astana.
Haka mengimbau masyarakat berhati-hati jelang penerimaan anggota Polri. Apabila, ada pihak tak bertanggung jawab yang kerap mengatasnamakan panitia seleksi dan Kapolda. Meteka menjanjikan dapat meloloskan seseorang menjadi anggota Polri.
Kapolda meminta masyarakat agar jangan percaya dengan hal semacam itu. Apalagi, jika sampai meminta sesuatu seperti uang.
“Kalau ada telepon dekat Kapolda dengan minta sesuatu itu tidak benar. Sebab, rekrutmen anggota Polri tidak dipungut biaya,” terang Haka.
Selain sosialisasi rekrutmen anggota Polri, pameran diikuti sepuluh stan unit kerja Polda DIJ. Antara lain, Humas, Direktorat Lalu Lintas, Brimob, Ditpamobvit, Biro SDM, Dokkes, Sabhara, Pol Airud, dan Reskrim. Sebelum acara dibuka, pengunjung dari berbagai daerah sudah mulai melihat stan-stan pameran. (mar/amd)