BANTUL-Persiba Bantul terancam mengalami kekalahan WO saat menjamu Putra Samarinda (Pusam) di Stadion Sultan Agung 13 Maret mendatang. Pasalnya, hingga sekarang, Polres Bantul belum memberikan isyarat untuk memberikan rekomendasi izin laga tersebut.
Adapun, satu-satunya hal yang dapat meluruhkan hati pihak Polres Bantul ialah perdamaian antara dua kelompok suporter Laskar Sultan Agung Paserbumi dan Curva Nord Famiglia (CNF).
Proses perdamaian tersebut terlihat masih jauh sebab setelah tragedi bentrokan yang menewaskan Kaur Bolo Paserbumi Jupita 8 Februari lalu, Paserbumi dan CNF belum juga mengadakan pertemuan.
Wakil Manajer Persiba Bagus Nur Edy Wijaya mengaku pasrah. Kata Kasi Sarana dan Prasarana Disdikpora Kabupaten Bantul ini, satu-satunya hal yang bisa ia harapkan ialah
Paserbumi dan CNF segera bertemu guna meghasilkan nota kesepahaman. “Memang tidak ada jalan lain selain perdamaian antar dua kelompok suporter. Untuk itu demi kepentingan bersama ayo lah Paserbumi dan CNF segera mengakhiri pertikaian,” tandas Bagus.
Kata Bagus, hingga kini, kubu Persiba belum melakukan langkah apapun untuk mengantisipasi kekalahan WO. Namun dia berharap PT LI bisa bersikap adil. Pasalnya dalam kasus yang sama, PT LI belum tidak
menjatuhkan hukuman WO pada Persib Bandung meskipun panpel mereka gagal menggelar pertandingan menghadapi Persija Jakarta. Batalnya pertandingan ini sendiri juga disebabkan tidak terbitnya rekomendasi izin laga dari Polda Jawa Barat (Jabar).
“Memang keputusan pertandingan itu baru dijatuhkan 7 Maret. Persib bisa saja di WO. Tapi yang saya dengar, laga Persib vs Persija tetap
digelar meskipun tertunda. Untuk itu saya berharap PT Li bisa bersikap adil dengan memberikan toleransi untuk kami,” terangnya.
Bagus tidak menutup kemungkinan menyurati PT LI agar memundurkan jadwal laga Persiba v Pusam. Tapi, langkah tersebut masih menunggu
dinamika yang terjadi dalam beberapa hari ke depan. “Bisa saja kami mengajukan penundaan jadwal. Bila perdamaian supporter tak kunjung ada perkembangan, kami mungkin akan mengajukan pengunduran jadwal,”
terangnya.
Di bagian lain, Bagus menginformasikan, Jumat (7/3) Wahyu Tri Nugroho (WTN) dkk bakal menjalani uji coba tandang. Adapun lawan yang mereka hadapi adalah Persibat Batang.
Kata Bagus uji coba tandang ini bertujuan untuk mengasah mental para penggawa The Reds. Selain itu Persiba juga harus memanaskan mesin setelah libur latihan selama sepekan.
” Dengan laga ini dharapkan Persiba lebih siap menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya,” imbuhnya.
Di sesi latihan kemarin terjadi pemandangan yang kurang sedap di tim Persiba. Ya, bek Rhamadan Saputra dan Emile Mbamba terlibat friksi yang cukup kencang. Beruntung percekcokan tersebut tidak berlangsung terlalu lama.
Kata Pelatih Persiba Sajuri Said, hal seperti ini sangat wajar terjadi di sepak bola. Asalkan tidak sampai menghancurkan soliditas tim,
dirinya tidak menjadikan itu sebagai maalah besar. “Kejadian tersebut bisa timbul karena salah pengertian antara Rhamadan dan Mbamba,” terangnya. (nes/din)