PURWOREJO -Harga buah anggur impor naik drastis. Semula dibandrol Rp 60 ribu dan kini menjadi Rp 85 ribu per kilogramnya.
Kenaikan harga yang fantastis itu lantaran tersendatnya trasportasi pengiriman buah, akibat banjir yang terjadi di Jawa Barat. Praktis, buah anggur semakin tak terjangku masyarakat luas. Hanya warga berkantong tebal yang bisa mengkonsumsinya.
Sumarwati, 38, pedagang buah mengatakan, pasokan buah yang semakin menipis membuat harga buah anggur menggila. Harga dari pengepul sudah naik, sehingga pedagang eceran terpaksa menaikan harga.
“Harga anggur naik sejak empat hari ini. Karena ada banjir di Jakarta” kata Sumarwati, kemarin (3/3).
Sumarwati meneruskan, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas buah impor lain, seperti apel Amerika yang naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogramnya. Bah lokal juga ikutan naik. Seperti melon yang harganya mencapai Rp 14 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp 8 ribu per kilogram.
“Untuk melon, kenaikan harga lebih dipicu dampak hujan abu vulkanis dari Gunung Kelud yang terjadi beberapa waktu lalu. Abu vulkanis membuat hasil panen melon turun,” paparnya.
Pedagang lain, Suhadi, 34, menambahkan, harga buah lokal lainnya, seperti jeruk dan alpukat relatif normal. Buah jeruk super, harganya masih stabil ditataran Rp 20 ribu per kilogram. Sedangkan buah alpukat dikisaran Rp 15 ribu per kilogram.
“Yang mengalami kenaikan mencolok adalah anggur dan apel Amerika,” imbuhnya.
Suhadi menegaskan, sampai kini pedagang buah belum bisa memprediksi, sampai kapan kenaikan harga anggur dan apel impor akan terjadi. Yang pasti, jika harga buah tak kunjung turun, ia khawatir pembeli berkurang.
“Kami berharap harga bisa kembali normal,” katanya.(tom/hes)