JWF Ajak Lebih Peduli Flora dan Fauna
JOGJA – Hari Satwa Liar Sedunia ditandai aksi damai aktivis Jogja Wildlife Forum (JWF) di Titik Nol Kilometer Jogja kemarin (3/2). Mereka menyuarakan ajakan untuk menjaga fauna dan flora.
Mereka tak hanya membawa poster. Ada aktivis yang mengenakan baju boneka orangutan dan elang.
JWF berpendapat, menjaga flora dan fauna bakal membuat bumi lebih seimbang. Selain itu, habitat satwa liar yang kini rusak menjadi salah satu sorotan mereka. Itu juga tecermin dari tulisan yang mereka bentangkan seperti “Bebas Itu Indah”, “Jangan Hanya Sebagai Warisan”, dan “Stop Foto Bersama Orangutan”.
JWF juga mengajak pengguna jalan yang melintas di kawasan Titik Nol Kilometer untuk memberikan dukungan melalui cap tangan. Ini sebagai simbol kebersamaan warga di dunia untuk menjaga satwa liar yang menjadi salah satu keanekaragaman hayati.
Hermitianta selaku koordinator aksi, menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud upaya untuk tetap mengkampanyekan sikap antieksploitasi flora dan fauna. Itu mencakup eksploitasi untuk kepentingan komersial atau koleksi.
“Ini yang terus kami teriakkan. Kekayaan hayati seperti elang Jawa kini makin sedikit jumlahnya. Jika sampai punah, itu menjadi noda setelah tak ada lagi harimau Jawa,” terangnya.
Ia menegaskan, keseimbangan bumi ini perlu terus dijaga. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan mempertahankan flora dan fauna yang ada.
“Semakin kritis atau mengkhawatir, berarti mengancam keseimbangan bumi itu sendiri,” lanjutnya.
Aktivis yang akrab disapa Mimit itu menjelaskan, kepedulian terhadap flora dan fauna bisa dilakukan dengan cara sederhana. Yaitu, melepasliarkan satwa koleksi. Selain itu, mengkampanyekan ke semua pihak agar peduli terhadap satwa liar. (eri/amd)