Penolakan pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari terhadap penerapan tarif parkir progresif mendapat tanggapan manajemen rumah sakit rujukan Gunungkidul tersebut. Pengelola RSUD pun menggelar pertemuan untuk menjelaskan persoalan parkir tersebut, kemarin.
GUNAWAN, Wonosari
SEJAK 2 Januari 2014, RSUD Wonosari melakukan uji coba parkir progresif (tarif kendaraan naik setiap jam). Namun setelah dievaluasi, banyak penolakan dari pengunjung rumah sakit tersebut. Mulai kemarin (3/3) manajemen RSUD membatalkan tarif parkir progresif dan kembali seperti semula menggunakan bonggol karcis.
Dengan begitu, tarif parkir berubah lagi. Jika tarif parkir progresif kendaraan roda dua ditarik Rp 1.000 dan naik Rp 500 setiap jam sekarang menjadi Rp 1.000 sekali parkir.
Sementara jika motor diinapkan hanya dikenai biaya Rp 2.000 untuk satu malam. Bagi kendaraan roda empat sebelumnya Rp 2.000 dan naik sebesar Rp 1.000 setiap jam kembali menjadi Rp 2.000 untuk sekali parkir. Jika menginap semalam, tarifnya menjadi Rp 3.000.
“Dalam tahap uji coba ini, masukan dari banyak pihak dan masyarakat menjadi bahan menentukan pola mana yang terbaik dan akan diberlakukan. Kami terus melakukan evaluasi. Mulai hari ini (kemarin), parkir kembali menggunakan tarif nonprogresif,” kata Dirut RSUD Wonosari Isti Indiani di Aula RSUD Wonosari (3/3).
Dia menjelaskan, selama penerapan sistem tarif parkir progresif hanya mampu menyumbang 32,67 persen dari total pendapatan parkir. Untuk itu, meski sudah kembali menerapkan tarif secara nonprogresif, pihaknya tetap akan melakukan evaluasi. Beberapa kekurangan mulai dari pelayanan, penyediaan jalur pejalan kaki hingga kontrol terhadap data jumlah kendaraan yang parkir akan terus diperbaiki.
“Sistem tarif parkir progresif ini pertama diujicobakan di Gunungkidul. Jadi, hanya belum paham saja. Sebenarnya tidak setiap jam naik, tetap ada batas. Misalnya, untuk roda empat menginap hanya Rp 5.000,” terangnya.
Sementara itu, pascaperubahan sistem tarif parkir, Pejabat Penanggung Jawab Informasi dan Dokumentasi RSUD Wonosari, Aris Suryanto meminta pengunjung rumah sakit melapor jika ditarik biaya parkir melebihi ketentuan tersebut. “Kami masih positive thinking terhadap pengelola. Maka kami meminta pengunjung untuk melapor jika ada yang kurang pas,” pintanya. (*/iwa)