MUNGKID – Ruas jalan Magelang-Wonosobo via Manglong sepekan lebih, diberlakukan sistem buka-tutup. Warga Dusun Kopen, Desa Kaliabu, Kecamatan Salaman terpaksa membuka jalan dengan sistem satu arah, karena sisi kiri ruas jalan di desa tersebut mengalami longsor.
Senderan irigasi Dusun Kopen ambrol dengan kedalaman 20 meter. Ini membuat jarak ruas jalan dengan tebing longsoran hanya tersisa kurang dari satu meter.
Ambrolnya senderan irigasi bermula saat hujan deras mengguyur Desa Kaliabu dan sekitarnya. Jurang sedalam 20 meter dan lebar 10 meter mengalami longsor. Berbarengan dengan itu, bangunan senderan irigasi ikut terbawa ke bawah jurang.
“Setelah hujan lebat pada Jumat (21/2), tiba-tiba terdengar suara gemuruh dalam waktu tidak lama. Sekitar pukul 17.30, pinggir jalan longsor,” kata Sodik, warga Dusun Kopen, kemarin (3/3).
Menurut Sodik, longsornya material tanah dan bangunan senderan irigasi disebabkan adanya mata air di tebing jurang. Kondisi tanah semakin labil, karena hujan yang terus mengguyur beberapa hari sebelumnya. Tanah yang gembur, larut bersamaan dengan air hujan dan membawa material bangunan senderan irigasi.
“Akibat longsor ini, ruas jalan yang sebelumnya datar, menjadi sedikit miring,” jelasnya.
Khawatir ruas jalan semakin menyempit, warga memberikan tanda peringatan berbahaya dengan pepohonan. Para pengguna jalan diharuskan melewati rute tersebut dengan sistem buka-tutup. Secara berkelompok, warga bergantian menjaga jalan tersebut.
“Buka tutup ini atas inisiatif warga sendiri,” kata pria berusia 76 tahun itu.
Selain mengancam keutuhan ruas Jalan Magelang-Wonosobo, tiga rumah di atas tebing juga terancam. Ketiga rumah tersebut milik Sodik; Nur, 50, dan Solikhah, 37. Total penghuni ketiga rumah itu ada sembilan jiwa. Bahkan, rumah milik Sodik hanya berjarak satu meter dengan tebing.
“Kami berharap kondisi ini mendapat perhatian untuk dibangun. Bila terjadi longsor susulan, jalan (Magelang-Wonosobo, Red) bisa putus,” ungkapnya.
Tamyis, penduduk setempat menambahkan, kondisi tanah yang gembur perlu mendapat penanganan perbaikan. Ia berharap perbaikan dilakukan dengan rencana yang matang. Pondasi senderan irigasi dan ruas jalan harus mampu menahan beban tanah yang ada di atasnya. Pembuatan bronjong dan pondasi cor dinilai perlu dilakukan.
“Jalan ini merupakan jalur padat. Magelang-Wonosobo via Manglong merupakan jalur alternatif dari Banyumas ke Magelang dan berbagai kota lain,” katanya.(ady/hes)