DENGAN sentuhan tangan para desainer, kebaya terus berkembang dari zaman ke zaman. Seolah gaya busana perempuan Indonesia ini tidak lekang termakan zaman dan mampu mengikuti tren. Meskipun kesan kuno masih saja dilekatkan pada model busana ini. Namun kebaya juga mampu tampil kekinian dengan sentuhan modern tanpa menghilangkan detail kebaya itu sendiri.
Salah satu desainer yang konsisten mengangkat kebaya dengan rancangan gaya modern yakni Alma Riva. Gaya chic yang kental membuat rancangan kebaya salah satu desainer anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DIJ ini mampu mengangkat kebaya jauh dari kata kuno.
“Kebaya chic yang saya rancang lebih diperuntukan bagia anak-anak muda dan ibu-ibu gaul, dimana mereka juga bisa tampil gaya dengan kebaya,” ujar Alma saat acara peresmian butik terbarunya Omah Moda Alma Riva belum lama ini (27/2).
Dengan dibukanya butik keduanya ini, dirinya semakin memantapkan langkah untuk merancang kebaya dengan tampilan modern, chic dan elegan. Kebaya yang umumnya masih terbatas hanya dikenakan untuk acara-acara formal, oleh desainer kelahiran Musi Rawas, 24 Oktober 1975 ini dibuat lebih luwes. Kebaya chic dapat dikenakan untuk acara semi formal. Kebaya rancangannya cenderung mengarah pada perpaduan antara kebaya dengan gaun.
Misalnya kebaya dengan potongan lengan pendek, untuk bawahannya dipadukan dengan kain yang dibuat drapping berupa rok pendek. Aplikasi obi dan bros juga jadi salah satu aksen yang mengesankan kebaya itu tidak resmi namun detail dari kebaya itu masih kuat. Seperti detail bagian depan dan kerah serta siluetnya.
“Gaya casual juga bisa dengan memadukannya kebaya ini dengan denim skinny. Casual, tetap terlihat chic dan girly,” ujar desainer yang mulai terjun di dunia fesyen sejak tahun 2005 ini.
Konsep kebaya chic rancangannya memang cenderung ringan dan jauh dari kesan berat. Tidak banyak nuansa bling-bling dan payet. Ditambah dengan permainan warna, yakni mengkombinasikan dua warna terang. Misalnya merah dengan gold, tosca dengan pink atau biru dengan pink.
“Payet tetap ada namun menyesuaikan motif brokatnya, yang dikombinasi dengan tile warna kulit. Bawahannya saya padukan dengan batik, sutera, songket dan sifon,” ujar Alma.
Konsistensi Alma untuk terus mengangkat kebaya agar dapat terus mengikuti tren yang ada juga diwujudkan melalui konsep butiknya. Dimana butiknya mengusung gaya Eropa minimalis. “Membuat kebaya, tempatnya juga tidak harus bernuansa tradisional karena saya ingin membawa kebaya ke arah modern,” ujar Alma. (dya/ila)