JOGJA – Upaya meningkatkan kualitas travel agen dalam menghadapi persaingan global terus dilakukan. Salah satunya dengan pelatihan staff ticketing dengan sistem abacus. Terlebih sistem ticketing itu merupakan salah satu prasyarat untuk bisa menjadi member IATA (International Air Transport Association).
DPD Association of the Indonesia Tour and Travel Agencies (Asita) DIJ bekerjasama dengan Garuda Indonesia mengadakan pelatihan untuk staff ticketing. Pelatihan kali ini untuk lebih memahami tentang sistem reservasi tiket Garuda Indonesia, Abacus.
Ketua DPD Asita DIJ Edwin Ismedi Himna mengatakan melalui pelatihan ini pihaknya ingin memfasilitasi para anggotanya supaya lebih familiar dengan sistem ticketing yang digunakan Garuda, Abacus. Yang juga jadi salah satu prasyarat untuk menjadi member IATA.
“Saat ini baru ada lima anggota Asita DIJ yang merupakan member IATA,” ujar Edwin disela pelatihan yang digelar di Hotel Puri Artha Jogja kemarin (3/3).
Edwin menambahkan dengan menguasai sistem Abacus ini sekaligus mempersiapkan anggotanya untuk lebih siap dalam persaingan global. Menurutnya dengan mengantongi sertifikasi Abacus, nantinya para anggota bisa melayani ticketing seluruh airline di dunia. Saat ini mayoritas travel agen di DIJ, hanya sebagai subagen saja.
“Nantinya kan semua penerbangan internasional bisa dilayani,” ungkapnya.
General Manager PT Garuda Indonesia Branch Office Jogja Muhammad Anshori menambahkan melalui pelatihan ini pihaknya juga berkeinginan memajukan DIJ sebagai daerah istimewa. Terlebih dengan rencana pembangunan bandara internasional baru.
“Sebagai airline, juga untuk memperbesar channel distribusi, sekaligus untuk mengantisipasi arus wisatawan yang akan datang,” tuturnya.
Anshori mengungkapkan selama ini masih minim travel agen di DIJ yang merupakan member IATA ataupun menguasai sistem reservasi Abacus ini. Dalam memberikan pelatihan Abacus ini memerlukan waktu hingga seminggu. Diharapkan setiap travel agen, minimal terdapat dua staf yang bisa menguasai sistem tersebut.
“Kursus di Jogja ini merupakan yang pertama kalinya digelar. Untuk efisiensi kami pilih di Jogja, sebelumnya selalu di Jakarta,” terangnya. (pra/ila)