STORY TELLING: Setiap karya seni yang diciptakan oleh masing-masing seniman memiliki cerita yang berbeda baik dari latar belakang hingga aspek pengalaman dalam berkarya.
BANTUL – Karya seni tidak hanya terlihat indah pada hasil akhirnya saja. Sebuah karya seni justru terlihat lebih indah jika mengetahui proses dan eksekusi pembuatannya. Karya seni tidak hanya dipandang sebagai sebuah pelengkap saja, namun menjadi bagian dari kehidupan masyarakat saat ini.
Inilah yang coba dihadirkan oleh sejumlah seniman seni rupa dalam pameran bertajuk Story Telling. Pameran yang berlangsung di Sangkring Art Space ini berlangsung hingga 9 Maret mendatang. Salah seorang seniman Mieke Natalia mengungkapkan sebuah karya seni sejatinya memiliki banyak nilai lebih.
“Karya seni tidak hanya sebuah benda seni semata, padahal ini merupakan hasil dari sebuah proses. Dari proses ini, orang bisa melihat nilai sebuah karya seni. Sehingga para penikmat karya tidak hanya menyamaratakan nilai suatu karya seni,” kata Mieke kemarin (3/3).
Pameran ini menceritakan kembali sebuah cerita yang telah dilakoni oleh setiap seniman. Cerita ini menurut Mieke tidak hanya tentang proses berkesenian namun juga kehidupan sehari-hari. Itu karena dalam setiap berkarya, seniman melalui beberapa tahapan. “Inspirasi dan proses tetap membutuhkan orang sekitar dan lingkungan hingga menjadi sebuah karya,” ungkapnya.
Mieke menambahkan cerita keseharian dapat diwujudkan menjadi sebuah karya seni sebagai salah satu bentuk penyampaian cerita melalui media seni. “Itulah kenapa setiap karya seni yang diciptakan oleh masing-masing seniman memiliki cerita yang berbeda. Baik dari latar belakang, hingga aspek kekaryaan lainnya,” kata Mieke.
Story Telling sendiri merupakan pameran yang digagas oleh sekelompok perupa muda mahasiswa seni rupa ISI Jogjakarta. Dua belas perupa yang hadir mampu memadukan seni lukis, instalasi dan seni patung ke dalam sebuah pameran.
Sesuai dengan ide awalnya, Mieke menjabarkan setiap perupa pun melengkapi karyanya dengan dokumentasi dari proses pembuatan karya. Adanya dokumentasi ini, harap Mieke dapat memberikan gambaran titik awal sebuah ide hingga menjadi sebuah karya.
Pameran ini menyuguhkan karya Haqiqi Nurcahyo, Akbar Hidayat, Lingga Ami L. Juga karya milik Lukman Edi S., Ragil Surya M., Syamsul Ma’arif, Dedi Irawan, Agni Saraswati, dan Mieke Natalia R. Tidak ketinggalan pula karya seni patung dari mahasiswa patung ISI Jogjakarta Ajar Ardianto dan Nurwiyanto. (dwi/ila)