WONOSARI – Modus perampokan menggunakan senjata api berlangsung di kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul kemarin dinihari (3/3). Pelaku menyekap dua penjaga malam di kamar mandi. Kepolisian juga menemukan kotoran manusia di sekitar TKP diduga ulah para pelaku.
Penjaga malam bernama Darno dan Wito, keduanya warga Kecamatan Tanjungsari dilumpuhkan pelaku. Mereka tertidur usai menonton sepakbola di lobi Disdikpora sekitar pukul 02.00.
Kedua korban ditodong menggunakan senjata api dan diancam jika berteriak. Perampok mengikat kedua korban dengan tali plastik dan sarung. Mulut dilakban.
Lalu kedua korban dimasukkan ke kamar mandi. Korban baru bisa keluar tiga jam kemudian setelah kantor sepi. Wito dan Darno bisa melepaskan ikatan menggunakan mulut.
“Saat disekap kedua penjaga malam tengah tertidur,” kata Kepala Disdikpora Gunungkidul Sudodo di sela olah TKP.
Dia menjelaskan, pelaku mengobrak-abrik ruang kerjanya, ruang sekretaris dinas dan ruang bagian keuangan. Tiga brankas di ruang keuangan berisi Rp 50 juta dibawa kabur pelaku. Uang tersebut merupakan uang zakat dan uang rapelan pangkat untuk pegawai maupun guru.
Kapolres Gunungkidul AKP Faried Zulkarnaen sudah menemukan titik terang pelaku perampokan. Dia mengatakan, aksi pelaku terekam closed circuit television (CCTV). Dalam rekaman pelaku berjumlah lima sampai enam orang.
Pelaku mengenakan jaket dan penutup mulut. “Pelaku terekam masuk ke ruangan kepala disdikpora sekitar pukul 02.17,” terangnya.
Dari hasil olah TKP, pelaku masuk ke kantor disdikpora dengan cara memanjat pagar di sisi timur kantor. Hal tersebut diketahui dari jejak tangga dan bekas minuman dan makanan sekitar pagar itu. “Juga ada bekas kotoran manusia diduga ulah pelaku,” kata Faried. (gun/iwa)