SLEMAN – Seluruh kendaraan berat seperti truk dan bus dilarang lewat di ruas Jalan Ring Road Utara. Itu lantaran ruas Jembatan Gorongan selebar 26 meter ambles sekitar pukul 05.00 kemarin (3/3). Jembatan itu tepatnya berada di depan Rumah Sakit JIH, Condongcatur, Depok, Sleman.
Kejadian ini mengakibatkan kemacetan cukup panjang di ruas tersebut pada jam-jam kantor. Arus kendaraan padat dan merayap. Karena itu Polda DIJ melakukan pengalihan arus lalu lintas, khususnya bagi truk dan bus besar. Hanya kendaraan kecil dan sepeda motor boleh melintas. Itupun melalui jalur lambat. Setelah dilakukan perbaikan darurat, jalan bisa dilalui kendaraan roda empat dan dua setelah pukul 12.00.
Kasat Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda DIJ AKBP Sutarno menjelaskan, pengalihan arus khusus kendaraan berat diberlakukan untuk dua sisi sepanjang Ring Road Utara. Di sisi barat, kendaraan dialihkan sejak di Jombor.
Kendaraan dari arah barat yang akan menuju Solo harus mengambil rute memutar melewati Ring Road Barat, Selatan, dan Timur.
Pengalihan juga dilakukan terhadap kendaraan dari arah timur. Kendaraan diarahkan ke ruas Fly Over Janti menuju Ring Road Timur. “Kalau terlindas kendaraan berat, patahan (Jembatan Gorongan) ini bisa semain menurun,” ungkap Sutarno sambil menunjuk bagian jalan yang ambles.
Sutarno mengatakan telah mengirim surat ke pemerintah sekitar empat bulan lalu lantaran ruas jalan tersebut bergelombang. Namun, pihaknya memperoleh jawaban bahwa Jembatan Gorongan termasuk proyek yang akan dikerjakan tahun ini. Pengerjaannya setelah proyek Fly Over Jombor rampung.
Pejabat Pembuat Komitmen Pelaksana Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum Santoso membenarkan hal tersebut. “Ini sudah proses tender. Rencananya memang mau ditutup untuk pembaharuan tapi malah sudah amblas dulu,” tuturnya saat meninjau lokasi.
Menurut Santoso, jalan amblas akibat usia plat baja (armco) bahan gorong-gorong berdiameter 6 meter di bawah jembatan sudah uzur dan mengalami korosi akibat tergerus air. Patahan sedalam sekitar sepuluh sentimeter dinilai membahayakan pengguna jalan.
Kekuatan plat baja, lanjut Santoso, tahan paling lama antara 20-30 tahun. Sementara jembatan tersebut dibangun bersamaan proyek Ring Road pada tahun 1976. Meski dilakukan perawatan rutin, korosi tak bisa dihindarkan. “Jika dibiarkan rongga gorong-gorong semakin menurun. Makanya, kendaraan berat dilarang melintas dulu,” ujarnya.
Perbaikan darurat sehari selesai. Ruas yang ambles diurug pasir dan batu.
Santoso mengatakan, untuk menambah kekuatan daya tahan gorong-gorong, plat baja akan dilapisi boks beton. Dengan begitu, kekuatan gorong-gorong diperkirakan bisa tahan sampai 50 tahun. “Proyek ini butuh dana Rp 4 miliar dari APBN. Rencananya butuh waktu tujuh bulan,” jelasnya.
Dengan begitu, penutupan jalan dan pengalihan arus dilakukan selama pengerjaan proyek sampai jembatan selesai diperbaiki. Bahkan, saat perbaikan penuh, jalur cepat akan ditutup total. Penutupan sejak simpang empat Condongcatur hingga Kampus UPN Veteran. (yog/din)