Capaian 2013 Sebesar Rp 2,827 T
JOGJA – Warga Jogjakarta layak bangga. Jogjakarta termasuk daerah dengan tingkat kepatuhan tertinggi dalam hal membayar pajak secara nasional.
Hal itu ditegaskan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X dalam penyampaian SPT tahunan PPh Orang Pribadi sebagai panutan apresiasi pajak dan penandatangan nota kesepahaman di Bangsal Kepatihan Pemprov DIJ kemarin (3/3). HB X punya pesan khusus kepada para wajib pajak.
Dia berharap para wajib pajak tak perlu menunggu untuk membayar pajak hingga menjelang batas waktu pembayaran. “DIJ termasuk daerah dengan tingkat kepatuhan pembayaran pajak tertinggi secara nasional. Sudah beberapa tahun ini DIJ meraih penghargaan itu,” tandas HB X.
Di sisi lain, capaian pajak Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) DIJ periode 2013 tak sesuai target. Meski demikian, jumlahnya lebih tinggi dibanding capaian setahun sebelumnya.
Raihan pajak pada tahun lalu mencapai 87,29 persen. Nilainya sebesar Rp 2,827 triliun. Sedangkan target pajak yang direncanakan yakni sejumlah Rp 3,238 triliun.
Jumlah capaian itu meningkat sekitar 15,08 persen dibanding pencapaian pada 2012. “Untuk tahun ini kami targetkan peningkatan,” jelas Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) DIJ Rudi Gunawan Bastari.
Capaian pajak 2013 yang senilai 2,827 triliun itu diperoleh dari berbagai sektor. Pajak penghasilan (PPh) nonmigas senilai Rp 1,764 triliun. Pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah (PPn dan PPnBM) mencapai Rp 982,4 miliar. Pajak bumi dan bangunan (PBB) menyumbang Rp 21,25 miliar. Pajak lainnya sejumlah Rp 58,4 miliar. PPh migas sebanyak Rp 35 miliar
Adapun bidang yang paling dominan menyumbang pajak adalah administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib. Itu mencapai 17,36 persen. Perdagangan besar dan eceran memberi kontribusi 15,49 persen. Industri pengolahan andil 15,25 persen. Jasa keuangan dan asuransi memberikan pemasukan 14,70 persen. Sedangkan konstruksi menyumbang 10,35 persen.
Rudi Gunawan menyampaikan, untuk tahun 2014 Kanwil DJP DIJ menargetkan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan raihan tahun lalu. Mereka menetapkan target sebesar Rp 3,636 triliun dari berbagai jenis pajak.
Menurutnya, jumlah wajib pajak yang terdaftar di Kanwil DJP DIJ hingga 31 Desember 2013 mencapai 410.731 wajib pajak baik orang pribadi maupun badan. Potensi wajib pajak masih sangat banyak yakni 1,45 juta orang.
“Untuk tahun ini memang kami targetkan peningkatan penerimaan sebanyak 12,29 persen dibandingkan target tahun lalu. Karenanya, kami harapkan peningkatan kerja sama dari semua pihak,” kata Rudi.
Dalam kegiatan tersebut juga digelar penandatanganan enam nota kesepahaman yakni antara Direktorat Jendral Pajak dengan Pemprov DIJ, Kanwil DJP DIJ dengan Pemprov DIJ, dan Kanwil DJP DIJ dengan seluruh kabupaten atau kota dengan nota kesepahaman yang berbeda-beda. Menurut Rudi, memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman itu bertujuan guna meningkatkan kerja sama penyediaan data informasi perpajakan sesuai perundang-undangan.
“Supaya bisa dimanfaatkan secara optimal guna ekstensifikasi dan intensifikasi pajak juga tercapai keselaran perpajakan antara pusat dan daerah,” tambahnya.
Dalam acara tersebut juga diberikan apresiasi kepada 36 institusi atau perorangan yang memberikan kontribusi atas pajak di DIJ. Rinciannya, 5 wajib pajak badan, 5 wajib pajak orang pribadi, 5 wajib pajak bendahara , 5 wajib pajak patuh , 6 bank dan pos tempat pembayaran pajak, 3 media elektronik, 3 media cetak, dan 4 wajib pajak inspiring tax payer.
Radar Jogja termasuk salah satu media cetak yang mendapatkan penghargaan sebagai media massa yang paling sering memuat berita atau kegiatan yang diselenggarakan Kanwil DJP DIJ. “Termasuk pemberitaan terkait dengan perpajakan,” tandas Rudi. (hed/amd)