MUNGKID – Mendapat tekanan bertubi-tubi dari elemen masyarakat, akhirnya Pemkab Magelang merespons kerusakan ruas Jalan Muntilan-Talun. Terlebih setelah ditutup paksa oleh masyarakat beberapa hari lalu.
Pemkab Magelang langsung merencanakan perbaikian jalan tersebut. Mereka juga melakukan kajian untuk perbaikan pada salah satu jalur evakuasi tersebut.
“Untuk mempercepat proses pembangunan (Jalan Muntilan-Dukun, Red), kami sudah melakukan kajian di sana,” kata Sektretaris Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumberdaya Mineral (DPU ESDM) Kabupaten Magelang, Heriyanto, kemarin (4/3).
Heri-sapaan Herianto meneruskan, kajian atau survei pada ruas jalan Muntilan-Talun tersebut melibatkan sejumlah ahli. D iantaranya, dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Survei ini termasuk seberapa panjang jalan yang akan diperbaiki. Selain itu, kajian juga mempelajari konstruksi jalan.
“Apakah nanti dibeton semua atau hanya beberapa titik saja yang parah. Karena untuk betonisasi tentu memerlukan biaya yang mahal,” imbuhnya.
Setelah mengkaji, Heri juga mengusulkan anggaran perbaikan ke APBD 2014 yang belum diketok. Tahun ini, perbaikan jalan dianggarkan Rp 4,7 miliar.
“Sudah kami anggarkan melalui APBD 2014, sekitar Rp 2,5 miliar. Kemudian ada tambahan dari DAK (dana aLokasi khusus) sebesar Rp 2,2 miliar,” kata Heri.
Atas usulan tersebut, pelaksanaan pembangunan direncanakan dimulai pascapenetapan APBD 2014 yang diketok bulan ini.
“Proses pengerjaan segera dilakukan setelah penetapan APBD bulan ini. Jika nanti tidak harus dilakukan betonisasi, kami berharap truk-truk pasir tidak melewati jalur itu sesuai tuntutan masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, ratusan orang yang tergabung dalam koalisi masyarakat untuk demokrasi (Komando) bergabung dengan warga Sleko Baru dan pengguna jalan Talun di Kecamatan Muntilan dan Dukun. Mereka menggelar aksi dengan menutup jalan tersebut. Mereka juga mendesak Pemkab Magelang segera memperbaiki jalan tersebut.
Ada tiga tuntutan yang dilontarkan ke Pemkab Magelang. Pertama, pemkab diminta memperbaiki jalan tersebut, mengembalikan fungsi jalan sebagai jalan utama sekaligus jalur evakuasi sesuai UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang jalan dan Permen PU Nomor 11 Tahun 2011 tentang jalan khusus.
“Terakhir, membuat jalur khusus bagi armada galian C,” kata Koordinator Lapangan, Agus MS.
Bersamaan itu, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Magelang Hibatun Wafiroh juga mendesak Pemkab Magelang melakukan tindakan nyata dengan melakukan erbaikian jalan. Ia meminta pemkab serius memperbaiki jalan yang berlubang. Tidak hanya di Muntilan-Talun, namun juga ruas jalan lain di Kabupaten Magelang.(ady/hes)