SEJUK: Petugas Dinas TPH Gunungkidul meninjau Bukit Watugede, Sinom, Kedungpoh, Nglipar (4/3).
Upaya Menyulap Desa Wisata Bukit Watugede Menjadi Agrowisata
Ketekunan dan gotong royong warga Sinom, Kedungpoh, Nglipar berbuah manis. Pemkab Gunungkidul berencana mengubah lahan tak produktif itu menjadi kawasan agrowisata.
GUNAWAN, Nglipar
JALAN menuju Desa Wisata Bukit Watugede cukup ekstrem. Banyak tikungan dan tanjakan serta turunan, berada di bagian utara Gunungkidul. Dahulu, sebelum penduduk setempat mengenali potensi sumbe daya alam (SDA) wilayah tersebut tak ubahnya pegunungan biasa.Itu dulu, karena sejak setahun lalu penduduk setempat dimotori pemuda menyingsingkan lengan baju menggarapnya jadi tempat wisata. Mereka menyuguhkan fasilitas outbond, flying fox dan pemandangan alam nan indah di atas bukit.”Belum lama ini kami mendapat kucuran dana keistimewaan sebesar Rp 50 juta. Kami gunakan untuk membuat tangga menuju puncak Bukit Watugede,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Watugede Desa Kedungpoh Kecamatan Nglipar, Riyanto kepada Radar Jogja (4/3).Gayung bersambut, dalam waktu dekat Pemkab Gunungkidul melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) akan menjadikan Bukit Watugede sebagai kawasan agrowisata. Dia mengakui, tekad besar masyarakat setempat mengembangkan kawasan itu menjadi lokasi agrowisata.”Kami sudah melakukan berbagai pembenahan di sekitar Bukit Watugede sejak 2013. Tahap awal membuat jalan menuju puncak bukit setinggi 100 meter,” kata Riyanto.Selain itu, dia juga berupaya memanfaatkan sumber air di atas bukit, dengan embung, kolam renang, pembangunan gazebo serta arena outbond. Gagasan besar tersebut perlu dukungan pemerintah. “Diharapkan instansi lain bisa menyusul, karena untuk mewujudkan semua ini perlu dana besar dan masyarakat tidak mampu jika harus swadaya,” ujar Riyanto.Meski masih dalam tahap pembenahan, sudah banyak pengunjung datang menikmati keindahan dan tantangan Bukit Watugede. Kebanyakan yang datang adalah wisatawan lokal.Kepala Dinas TPH Gunungkidul Supriyadi mengatakan, dalam tahap awal TPH akan memberikan bantuan 1.000 bibit rambutan jenis Kencana Rukmi dan Menoreh Oranye. Bibit tersebut akan ditanam pada lahan sekitar 100 hektare di kawasan Bukit Watugede.”Sebagai tindak lanjut, dalam 2014 ini akan disusun Detil Enginering Design (DED) dalam upaya pengembangan kawasan wisata agro itu,” kata Supriyadi di sela peninjauan kawasan wisata Bukit Watugede.Menurut dia, kawasan itu bukan hanya layak menjadi sentra wisata agro. Karena kondisi lahan khas, tetapi juga didukung semangat masyarakat setempat untuk memanfaatkan potensi alam karena sangat mendukung. (*/iwa)