RAWAN: Tanah longsor terjadi di Dusun Clumprit, Gerbosari, Samigaluh, Senin (3/3).
SAMIGALUH – Hujan deras mengakibatkan tebing di Dusun Clumprit, Gerbosari, Samigaluh, longsor. Meski tak ada korban jiwa, longsoran itu berbahaya karena longsor berbatasan dengan rumah penduduk.Pantauan Radar Jogja di lokasi, longsor mengakibatkan ambruknya tiga undak-undakan yang baru saja dibangun. Selain itu, tekstur tanah yang basah berpotensi kembali longsor jika hujan deras kembali mengguyur. Lima rumah di atas tebing sekarang dalam keadaan rawan longsor.Salah seorang pemilik rumah, Ponijo, 62, mengatakan saat itu hujan lebat terjadi Senin (3/3) sekitar pukul 15.30. Dia mendengar suara gemuruh dari belakang rumahnya. “Sebelumnya saya sempat membuat saluran air. Begitu hujan deras, saya istirahat. Baru ditinggal sebentar, tanah sudah longsor,” kata Ponijo (4/3).Tiga pekan sebelumnya juga terjadi longsor namun tidak separah itu. Dampak longsor bisa ditangani secara gotong royong, akhirnya warga bersama-sama membersihkan serpihan tanah yang longsor itu.Selain menunggu bantuan pemerintah, warga sepakat melakukan penanaman pohon bambu ampel untuk meminimalisir longsoran tanah. Anak Paijo, Eka Cahyani, 29, mengatakan awalnya longsoran itu hanya berupa guguran tanah dalam skala kecil.Sementara itu Kepala Dusun (Dukuh) Clumprit Sumingan mengatakan ada beberapa lokasi di wilayahnya yang berpotensi longsor. Setidaknya 80 persen wilayah yang berpenduduk 73 KK dan 273 ribu jiwa itu rawan longsor.Seksi Kedaruratan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Agus Sujarwo mengatakan setelah mendapat laporan terkait kejadian itu, pihaknya kemudian melakukan peninjauan dilokasi tersebut. BPBD mengoptimalkan fungsi koordinasi teknis dengan pemerintah desa sampai kecamatan dalam upaya penanganan penanggulangan bencana.”Potensi bencana di suatu daerah tentu ada. Sehingga kami mengupayakan untuk meningkatkan fungsi koordinasi teknis dengan semua pihak dalam penanganan ancaman bencana,” kata Agus. (fid/iwa)