PURWOREJO – Sebuah mobil Mitsubishi L 100 bernomor polisi AA 1815 CC, ringsek terseret banjir Sungai Jelamprang, Senin (3/3) sore. Mobil sempat terseret hingga jarak empat kilometer.
Hingga Selasa (4/3), bangkai mobil nahas itu belum berhasil dievakuasi dari dasar sungai.
Belakangan diketahui, mobil tersebut merupakan kendaraan operasional milik Toko Matrial Jelamprang yang ada di Kelurahan Cangkrep Kidul, Kecamatan Purworejo. Mobil terseret banjir saat dicuci di aliran sungai yang berada di Dusun Legok, Kelurahan Cangkrep Kidul, Kecamatan Purworejo, Senin (3/3) sore, pukul 16.30.
Tiga karyawan Toko Material Jelamparng tidak menyadari jika terjadi luapan sungai dari hulu. Luapan aliran sungai dengan cepat merendam separuh badan mobil dan membuat mobil macet tak bisa dihidupkan.
“Salah satu dari kami sudah berupaya menghidupkan, namun mesin mati total,” jelas Wibowo, 20, Warga Desa Sidorejo, salah satu pekerja yang ikut mencuci mobil, pada proses evakuasi, kemarin (4/3).
Wibowo meneruskan, upaya evakuasi yang gagal dilakukan membuat tiga pekerja itu lari menyelamatkan diri. Sementara itu, derasnya banjir membuat mobil produksi 2012 terbawa arus dan tersangkut di dahan pohon, tepatnya di Dusun Karangjati, Kelurahan Cangkrep Kudul, Kecamatan Purworejo.
“Jarak dari lokasi hanyut sampai tersangkut pohon sejauh empat kilometer. Saat terseret arus, kami hanya bisa mengikuti mobil itu dari atas sungai. Saat itu, aliran sungainya sangat deras. Padahal di wilayah sini, hujannya tidak terlalu deras,” ungkapnya.
Menurut Wibowo, lokasi tersangkutnya mobil ada di tengah areal persawahan dan membuat proses evakuasi sulit dilakukan. Kondisi ini memaksa pekerja mencopoti kelengkapan mobil. Selanjutnya, mobil ditarik ke arah hilir, hingga mencapai daerah yang mudah di akses kendaraan.
“Yang pertama bak mobilnya dicopot. Kemudian onderdil lainnya. Kalau tidak dicopoti satu persatu mobil sulit ditarik ke hilir. Rencananya kalau sampai titik yang bisa dijangkau kendaraan, mobil kami tarik,” katanya.
Wuryanto, 30, menambahkan, titik terseretnya mobil Jelamprang sering digunakan untuk guyang (mencucui,Red) kendaraan. Bahkan kasus mobil terseret banjir bukan kali pertama ini. Setidaknya terjadi lima kali, mobil terseret banjir di sungai itu.
“Sebetulnya, sungai tidak terlalu lebar dan dalam. Namun air bah kandang datang tiba-tiba dari hulu, arusnya biasanya kencang sekali. Hulu sungai ada di Desa Kaliharjo, Kecamatan Kaligesing. Sementara muaranya di Sungai Bogowonto,” imbuhnya.(tom/hes)