MENGULAR : Jumlah kendaraan yang terus meningkat menjadi pemicu utama semakin tingginya pencemaran udara di wilayah Sleman.

  • Dekati Ambang Batas Baku Mutu


SLEMAN– Pemkab Sleman menilai pencemaran udara menjadi masalah serius selama sepuluh tahun di kawasan perkotaan dan pusat perekonomian. Sektor transportasi dianggap pemicu utama masalah tersebut.Kepala Kantor Lingkungan Hidup Sleman Ephipana Kristiyanti menyatakan, emisi gas buang kendaraan bermotor menyumbang pencemaran udara antara 65-80 persen. Itu berdasarkan hasil penelitian dan pengukuran beban pencemaran udara di seluruh kota besar di Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup pada 2001-2002. “Pada 2015 tingkat pencemaran udara diprediksi meningkat dua kali lipat,” ungkap Ephipana kemarin (4/3).Menurut Ephipana, kualitas udara di wilayah Sleman relatif baik. Hanya, ada kecenderungan selalu mengalami kenaikan, hingga mendekati ambang batas baku mutu emisi gas buang yang dianjurkan pemerintah.Hasil pengujian sesaat terhadap kualitas udara yang dilakukan di 19 lokasi padat lalu lintas menunjukan, 25 persen tidak memenuhi baku mutu udara ambient sesuai keputusan gubernur DIJ tentang parameter sulfur dioksida. Bahkan, cenderung meningkat meskipun masih di bawah baku mutu. Sementara parameter nitrogen dioksida dan debu cenderung naik.Untuk mengurangi pencemaran udara, Pemkab Sleman mengadakan lomba emisi gas buang kendaraan bermotor roda empat. Berlaku bagi kendaraan operasional di instansi pemerintahan.Tujuannya, mengukur tingkat emisi gas buang, mengetahui tingkat pemenuhan ambang batas emisi, menganalisis dan mengevaluasi hasil uji emisi sebagai masukan untuk penyusunan kebijakan. Kegiatan itu sekaligus untuk mengetahui tingkat perawatan kendaraan bermotor roda 4 di masing-masing instansi. Sebab, setiap tahun pemerintah selalu menganggarkan biaya pemeliharaan untuk semua kendaraan operasional. “Kami juga akan uji petik di jalan raya untuk kendaraan umum,” katanya.Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Pusat Pengolahan Ekoregion Jawa (PPEJ) Kementrian Lingkungan Hidup dan UNY. Ephipana berharap masyarakat pemilik kendaraan bermotor ikut berpartisipasi dalam uji petik pada Kamis (6/3). (yog/din)