KEMIRI -Tanggul jembatan penghubung Desa Winong dan Desa Sutoragan, Kecamatan Kemiri, Purworejo ambrol. Kondisinya cukup berbahaya bagi pengguna jalan.
Kendati berlangsung lama, hingga kini titik kerusakan hanya diberi pagar pengaman dari bambu oleh warga.
Kerusakan semakin parah, lantaran intensitas hujan cukup besar beberapa bulan terakhir. Warga berharap pemerintah melakukan perbaikan agar tidak membahayakan warga dan pengguna jalan. Terlebih jembatan tersebut tidak hanya menghubungkan Desa Winong dan Sutoragan. Tetapi, akses utama bagi lima di Kecamatan Kemiri dan Bruno. Masing-masing Desa Winong, Sutoragan, Sawangan, Ngaglik (Kecamatan Kemiri) dan Desa Puspo (Kecamatan Bruno).
Setiap hari, jembatan tersebut ramai dilalui kendaraan. Baik kendaraan pribadi atau kendaraan umum pengangkut hasil bumi. Anak sekolah juga ramai melintasi jembatan tersebut, khususnya pagi dan siang hari.
“Kalau tak segera diperbaiki, kami khawatir kerusakan bertambah parah. Jangan sampai menungu ada korban baru perbaikan dilakukan,” kata Tama, 29, warga Desa Sutoragan, Kecamatan Kemiri, kemarin (4/3).
Dikatakan Tama, kerusakan jembatan terjadi lantaran hujan deras yang memicu banjir Sungai Susukan. Kemudian, di bawah jembatan terjadi pengikisan dan merobohkan pondasi salah satu sisi jembatan. Kejadian berlangsung lebih dari enam bulan.
“Dinas terkait belum melakukan peninjauan. Tapi tidak tahu, kalau langsung meninjau melalui pemerintah desa. Yang pasti kerusakan jembatan ini berlangsung lama dan sampai kini belum diperbaiki,” katanya.
Warga lain, Kasmidi, 32 mengaku, khawatir saat kerusakan jembatan semakin parah dan tak kunjung diperbaiki. Jika jembatan terputus, warga kerepotan dan harus mencari jalan lalternatif lain yang bisa dilalui dengan selisih jarak cukup jauh.
“Jalan alternatif hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja. Sedangkan roda empat tidak boleh. Semoga kerusakan jembatan ini bisa segera diperbaiki,” katanya.(tom/hes)