MUNGKID – Sebanyak tiga rumah di Dusun Kradenan Lor dan Kradenan Selatan, Desa Kradenan, Kecamatan Srumbung porak-poranda, kemarin (4/3). Itu menyusul angin kencang dan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Ketiga rumah itu diketahui milik Ishadi, Faturohman, dan Nurrohman. Tak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Namun, kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah.
Peristiwa bermula saat hujan deras disertai angin kencang menerjang Desa Kradenan, pukul 14.00. Angin kencang menghambur-hamburkan genteng rumah warga.
“Angin sangat kencang dengan durasi 15 menit dan mengakibatkan genteng rumah warga beterbangan,” kata Sekretaris Desa Kradenan, Arip.
Selain genteng rumah beterbangan, ada empat pohon manggis tumbang mengenai tiga rumah warga tersebut. Ketiga rumah mengalami rusak pada bagian atap. Hingga sore kemarin (4/3), sejumlah warga dibantu aparat dan relawan masih membersihkan puing genteng rumah.
“Satu rumah terkena bagian belakang, dan rumah lainya terkena bagian atap,” jelasnya.
Selain di Desa Kradenan, Kecamatan Srumbung, bencana angin kencang beserta hujan juga sempat menimpa dua rumah di RT 1/RW 14, Dusun Bogowanti Lor, Desa Borobudur. Akibat peristiwa yang terjadi Senin (3/4) pukul 14.30 itu, ribuan genteng rumah milik Punjul, 45, dan sebagian rumah milik Haryanti hancur.
Ketika itu, hujan deras dibarengi angin kencang menerjang Kecamatan Borobudur. Kemudian mengakibatkan rumpun bambu yang berisi ratusan pohon bambu roboh menimpa rumah. Ratusan lonjor bambu dengan panjang sekitar 10 – 11 meter ambruk menimpa atap rumah warga. Salah satu korban Punjul, 45, mengaku kaget.
“Semua perabotan basah kuyup tersiram air hujan. Televisi dan VCD saya terkena reruntuhan genteng,” papar Punjul.
Kini, rumah Punjul tak bisa ditempati. ia dan anggota keluarganya terpaksa mengungsi satu malam di tempat saudara.
“Kami berharap, adanya perhatian pemerintah. Kami membutuhkan bantuan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Joko Sudibyo menjelaskan, telah meninjau langsung ke lokasi kejadian. Sejauh ini, pihaknya memberikan paket bantuan berupa logistik yang digunakan untuk kerja bakti warga di Kecamatan Borobudur.
“Kami juga memberikan bantuan 1.000 genting dari dana siap pakai BPBD,” katanya.(ady/hes)