MUNGKID – Hujan deras yang menggguyur wilayah Merapi, dari siang hingga sore mengakibatkan banjir lahar dingin. Bbeberapa sungai yang berhulu di Merapi yang dilalui banjir lahar dingin membawa material.
Ketinggian lahar dingin di beberapa sungai tersebut tercatat bervariasi, dengan ketinggian 2 meter dan lebar 25 meter. Sungai-sungai yang dilalui banjir lahar dingin tersebut adalah Kali Apu, Kali Tringsing, Kali Pabelan, dan Kali Senowo.
Akibar banjir lahar dingin tersebut, dua truk dan satu alat berat hanyut. Dua truk mengalami rusak berat tertimbun material banjir lahar dingin. Sementara, satu alat berat rusak juga tertimbun material.
Untuk baket atau belalai alat berat terbawa banjir sampai Sabo Dam Nglampahan, perbatasan Kabupaten Magelang dengan Boyolali. Sabo dam tersebut menghubungkan Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang dan Desa Tlogolele, Kabupaten Boyolali.
“Alat berat terseret sejauh tiga kilometer, mulai Kali Apu sampai Sabo Dam Nglampahan. Wilayah tersebut masuk Kabupaten Boyolali,” kata Jangkung, Relawan Empat Sekawan, kemarin (5/3)
Sementara itu, kondisi kedua truk diketahui tersangkut di Sabo Dam Nglampahan dalam kondisi hancur. Hanya ditemukan bagian kepala truk. Kedua buah truk pasir terjebak banjir lahar yang terjadi pukul 15.00.
Pada pukul 15.40, aliran banjir sempat melompati Sabo Dam Oprit penghubung Desa Gondowangi-Gondosuli. Padahal sabo dam ini memiliki tinggi lima meter.
“Delapan lubang dengan masing-masing berukuran 3×3 meter tidak muat sehingga air melimpas,” imbuh Sardi, relawan Linang Sayang.
Selain menimpa dua truk dan satu alat berat, banjir lahar hujan sempat menghancurkan beberapa jembatan sesek yang terbuat dari bambu. Jembatan sesek yang tidak bisa dilalui, di antaranya Jembatan Sesek Menayu, Kecamatan Muntilan dan Ngemplak Ngrajek.
“Jembatan Bojong Kojor yang menghubungkan jalur alternatif antara Kecamatan Mungkid dan Muntilan juga sempat ditutup,” imbuh relawan lain, Yoga.(ady/hes)