Suasana SLBN 1 Bantul kemarin (5/3) tampak riuh. Ratusan siswa tampak berkumpul di salah satu sudut kompleks sekolah yang terletak di Jl Wates tersebut.
Sejumlah siswa sedang dipangkas rambutnya. Selama proses pemotongan rambut, mereka menuruti instruksi yang diberikan sang penata rambut.
“Siswa-siswa ini jelas perlu tampil menarik. Makanya kami membuat program khusus bagi mereka,” terang Rieska Lidiani selaku event management di sela kampanye sosial Syoss Berbagi Gaya di SLBN 1 Bantul kemarin.
Dalam kampanye itu, dihadirkan 15 penata rambut profesional. Mereka melaksanakan program potong dan penataan rambut secara gratis kepada para siswa di sekolah itu.
Ada sekitar 306 siswa yang mengikuti program tersebut. Mereka terlihat antusias. Mereka bebas memilih gaya rambut sesuai selera masing-masing.
Kepala Sekolah SLBN 1 Bantul Muh Basuni mengapresiasi program yang digulirkan merek asal Jepang ini. Selain itu, dia berharap program ini sekaligus dapat mengampanyekan SLBN 1 Bantul.
“Biar masyarakat luas mengetahui SLBN 1 Bantul ini lho,” ucapnya semringah.
Basuni bercerita, banyak lulusan SLBN 1 Bantul yang enggan berkarir di berbagai bidang pekerjaan. Mereka memilih bertahan di sekolah.
“Banyak perusahaan luar nggak mau menerima. Padahal para siswa ini kan juga punya kemampuan yang mumpuni,” ungkapnya.
Itu berkaca pada beberapa jurusan yang disediakan sekolah itu. Antara lain, busana, tata boga, salon, batik, dan komputer.
Meski begitu, Basuni juga berharap nantinya ada kerja sama antara SLBN 1 dengan Syoss. Kerja sama itu dapat menjadikan para siswa memiliki keterampilan lebih dalam penampilan. “Misalnya pemberian pelatihan tata rambut kepada siswa,” ujarnya
Rieska berharap program ini dapat memberikan suntikan semangat dan rasa percaya diri bagi para siswa. Dia berharap para siswa percaya diri menghadapi tantangan dunia kerja dengan segala keterbatasan yang mereka miliki.
Kepercayaan diri itu, kata dia, salat satunya dapat dimunculkan dengan berpenampilan menarik. Termasuk dalam hal gaya baru rambut.
“Gaya rambut yang kita kerjakan sesuai dengan keinginan anak-anak itu,” ujarnya.
Dia berharap program berbagi ini dapat member manfaat bagi para pelajar. “Ini juga sebagai momentum selebrasi seribu siswa yang telah mengikuti program ini,” ungkapnya. (*/din)