JOGJA – Pendistribusian beras bagi warga miskin (raskin) untuk bulan November dan Desember 2014 dipercepat menjadi bulan Maret. Adanya anggapan distribusi raskin yang dipercepat karena menjelang Pemilu 2014, dibantah oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja.
“Boleh saja kalau memang penilaian masyarakat menganggap karena adanya kepentingan politik menjelang pemilu. Ya itu sah-sah saja,” terang Kepala Dinsosnakertrans Kota Jogja Hadi Muhtar di Balai Kota kemarin (5/3).
Hadi mengatakan nantinya di bulan Maret masyarakat akan mendapatkan kucuran beras hingga tiga kali dalam waktu satu bulan. Khusus bulan Februari lalu, jumlah beras yang diterima masyarakat dua kali yakni dari kuota Januari dan Februari. “Sedangkan untuk Maret ini, warga mendapatkan tiga kali kucuran beras raskin,” tandasnya.
Menurut Hadi hal itu sudah diatur dalam surat edaran Kemenko Kesra agar dipercepat pendistribusiannya untuk November dan Desember yang dibagikan bulan Maret. Hadi mengungkapkan alasan percepatan distribusi ini tidak disebutkan secara rinci dalam surat edaran tersebut. Meski ada isu terkait kepentingan politik menjelang pemilu, Hadi mengatakan itu hak dari masyarakat yang memberi penilaian.
Hadi mengatakan adanya percepatan distribusi beras raskin dapat menjadi kabar baik bagi warga Terlebih jika nantinya ada penambahan kuota beras dari pemerintah di akhir tahun nanti. Sebab biasanya diakhir tahun akan terjadi peningkatan harga barang, karena naiknya kebutuhan untuk perayaan Natal dan tahun baru.
“Tahun lalu warga mendapatkan kucuran 15 kali distribusi sedangkan tahun ini dimungkinkan bertambah karena adanya percepatan tersebut,” tuturnya.
Terkait distribusi ini, Dinsosnakertrans Kota Jogja sudah melakukan sosialisasi melalui kelurahan dan kecamatan. Tahun ini, raskin di Kota Jogja akan disalurkan kepada 16.031 rumah tangga sasaran (RTS). Sedangkan untuk jatah setiap RTS yakni 15 kilogram dengan harga Rp 1.600 per kilogram dan perpaket raskin sebesar Rp 24.000. “Sama dengan tahun lalu,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Bulog Divisi Regional DIJ Awaludin Iqbal mengatakan pengucuran tiga kali dalam satu bulan berbeda dari kondisi normal. Meski begitu diungkapkan hal ini tidak akan mengganggu stok beras. Menurutnya stok beras hingga Juli masih mencukupi untuk dibagikan kepada warga. “Hanya teknisnya kita lihat nanti, apa sekaligus atau bertahap,” ucapnya. (hrp/ila)