JOGJA – Datangnya pergantian musim hujan ke kemarau dapat memicu angin kencang. Terlebih musim pancaroba memiliki potensi petir disertai hujan. Dipastikan akhir Maret ini akan masuk musim kemarau. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta terus memberikan informasi ke masyarakat.
Kasi Data dan Informasi BMKG Jogjakarta Tony Agus Wijaya mengatakan memasuki bulan Maret sebagian wilayah DIJ sudah mengalami musim pancaroba. Yakni perpindahan musim hujan ke musim kemara. Masuknya musim ini, Tony meminta agar masyarakat mewaspadai angin kencang apabila terjadi secara tiba-tiba.
“Angin kencang di musim pancaroba memiliki kondisi pagi cerah dan siang panas. Spontan muncul awan colomunimbus dan sore hujan lebat. Pergerakan cuaca yang berlangsung cepat di musim pancaroba dapat juga memicu puting beliung,” terang Tony kemarin (5/3).
Wilayah yang mengalami musim kemarau pada akhir Maret yakni daerah Bantul dan Kulonprogo bagian selatan. Sedangkan wilayah DIJ yang lain masuk musim kemarau pada pertengahan Mei mendatang. Sementara wilayah Sleman baru masuk kemarau pada akhir Mei nanti.
Kendati masih akan terjadi hujan, namun intensitas hujan yang turun di musim pancaroba tidak mengalami peningkatan. Bahkan intensitas berkurang dari 50 hingga 100 milimeter per dasarian. Tony mengungkapkan yang perlu diwaspadai munculnya potensi angin kencang mencapai 65 kilometer per jam.
“Perlu memperhatikan pohon yang rimbun termasuk papan reklame dan baliho yang rawan dampak angin kencang. Untuk suhu maksimal 32 derajat celcius, sedangkan suhu minimum 23 derajat celcius,” katanya.
Sementara itu, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Jogja terus melakukan antisipasi pohon tumbang di musim penghujan dan pancaroba. Sebelumnya ada 40 titik pohon rawan tumbang di Kota Jogja. Yakni di sepanjang Jalan Sudirman, Kotabaru dan Senopati. Di sana terdapat banyak pohon berusia tua seperti pohon beringin.
Kepala BLH Kota Jogja Irfan Susilo terus melakukan koordinasi dengan timnya untuk meminimalkan terjadinya pohon tumbang. Yakni dengan melakukan pemangkasan pohon di 40 titik rawan pohon tumbang.
“Rata-rata pohon rawan tumbang tersebut dikarenakan usianya sudah tua. Warga diminta memberikan informasi jika terdapat pohon yang rawan tumbang,” tegasnya. (hrp/ila)