MUNGKID – Nekat. Itulah yang dilakukan sekelompok orang yang merampok Toko Modern Indomaret di Jalan Pemuda Nomor 63 Kecamatan Muntilan, kemarin (5/3) malam. Mereka menyatroni toko tersebut pukul 01.30.
Pelaku yang diyakini berjumlah tiga orang, secara sadis menganiaya dua pelayan toko.Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Namun, para perampok berhasil menggondol uang Rp 20 juta.
Dua pekerja yang tengah berjaga Ferry Sandria, 21, warga Ambarketawang, Kecamatan Mungkid dan Budiari Fahrudin, 20, warga Dusun Tlogosari, Desa Margoyoso Kecamatan Salaman kaget. Secara tiba-tiba, dua orang tak dikenal masuk toko dan langsung meminta uang.
“Mana uangnya, mana uangnya,” kata Budiari menirukan ucapan sang perampok.
Dua perampok itu meminta menunjukkan lokasi brangkas uang. Karena menolak, salah satu perampok menganiaya keduanya. Salah satu perampok menganiaya Budiari dengan membawa besi sepanjang satu meter.
Kaki dan tangan Budiari dipukul beberapa kali. Walau sempat memohon ampun, sang perampok tanpa belas kasihan terus memukuli Budiari. Bahkan, pelaku yang memegang pistol di tangan kiri mengancam menembak kepala Budi.
“Saya sempat tejatuh saat akan lari ke kamar mandi. Di kamar mandi pun saya masih dipukuli tanpa henti,” ungkap Budi.
Saat bersamaan, Ferry, rekan Budi juga dianiaya dekat gudang. Ferry dipaksa menunjukan lokasi brangkas uang. Dengan berlumuran darah di muka, Ferry dipaksa membuka brangkas tersebut.
“Keluar dari kamar mandi, saya melihat muka Ferry berlumuran darah. Saya sempat dipukul menggunakan batu sebelum mereka melarikan diri,” papar Budi.
Menurut Budi, peristiwa perampokan sangat cepat. Sesuai rekaman CCTV, saat masuk hingga keluar toko, perampok melakukan aksi kurang dari 2 menit.
“Dari awal masuk, perampok berhasil membawa uang dalam waktu 1 menit 50 detik. Sangat cepat,” katanya.
Usai kejadian, keduanya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Muntilan. Kedua pekerja melaporkan aksi perampokan ke Polisi dengan diantar seorang pembeli.
“Saya sangat takut. Kaki kiri saya mengalami lebam. Sementara kepala saya dijahit karena dipukul batu,” paparnya.
Kapolsek Muntilan AKP Gede Mahardika mengatakan, mendapat laporan dari korban pukul 01.45. Kemudian, kepolisian langsung menuju TKP dan membawa kedua korban ke RSU Muntilan.
“Hasil pemeriksaan dokter, salah satu pelaku (Ferry) mengalami luka sobek di bagian pelipis dan satunya di bagian kepala (Budi, Red),” katanya.
Dari olah TKP, lanjut Gede, pelaku berjumlah tiga orang. Pelaku terindentifikasi menggunakan dua sepeda motor bebek. Saat melakukan aksinya, mereka menggunakan helm putih dan jaket hitam. Dua perampok masuk ke toko dan satu orang menunggu di luar. Sementara, pistol yang digunakan pelaku diduga merupakan pistol mainan.
“Diketahui dari keterangan korban yang melihat dan disuruh membandingkan pistol jenis serupa,” katanya.(ady/hes)