JOGJA – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro terus berusaha mempercantik kawasan Malioboro. Pada 2014 ini mereka berniat menambah sejumlah kursi. Kursi-kursi itu rencananya dipasang di kawasan Titik Nol Kilometer.
Kepala UPT Malioboro Syarif Teguh mengatakan, langkah tersebut dilakukan guna mendukung pelaksanaan kawasan semi pedestrian. Penambahan kursi tersebut terkait banyaknya kursi untuk publik di kawasan itu yang rusak.
Saat ini di kawasan Malioboro terdapat 60 kursi kayu dan permanen yang terbuat dari batu. Sejauh ini UPT belum menentukan jumlah kursi baru yang akan ditempatkan di sekitar Titik Nol Kilometer.
“Memang nanti ada penambahan kursi baru. Untuk jumlahnya saya belum tahu. Sudah banyak kursi kayu maupun permanen yang rusak. Untuk anggaran kursi dari alokasi APBD 2014 sebesar Rp 187 juta,” jelas Syarif beberapa waktu lalu.
Pengadaan penambahan kursi itu akan dilakukan melalui lelang mekanisme. Lelang dilakukan setelah ada urusan anggaran tuntas.
Tidak hanya itu. UPT juga mengalokasikan Rp 200 juta untuk pengembangan radio UPT Malioboro di sisi timur dan Titik Nol Kilometer.
Sejauh ini radio UPT hanya terpancar di sisi barat Malioboro. “Radio ini penting untuk informasi kepada pengunjung kawasan Malioboro, anak hilang, kecurian, dan keluhan,” terangnya.
Berdasar pantauan Radar Jogja, kursi permanen yang ada di kawasan Malioboro tidak maksimal dapat dimanfaatkan pengunjung. Sebab, sebagai besar kursi permanen itu tertutup kendaraan roda dua yang diparkir. (hrp/ila)