MAGELANG – KPP Pratama Magelang melakukan sosialisasi soal kewajiban membayar pajak pada pegawai Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, kemarin (4/3). Mereka terdiri dari tenaga kependidikan dan dosen. Kini, semuanya tercatat sebagai wajib pajak (WP) dan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) .
Adapun sosialisasi menyangkut pengetahuan seputar pengisian surat pajak. Terutama, mekanisme dan cara pengisian pajak yang berkaitan pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) 1770, 1770 S, dan 1770 SS.
Kegiatan ini merupakan kerja sama Tax Center UM Magelang dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Tengah II dan KPP Pratama Magelang. Kegiatan bertajuk “Pelatihan Penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21 dan Pengisian SPT 1770 Bagi Dosen UM Magelang” dilaksanakan dua hari, mulai Selasa (4/3).
“Ini dilakukan selama dua hari dengan peserta yang berbeda dan dari enam fakultas, lima biro, tiga lembaga, serta unit pelaksana teknis. Peserta dibagi jadi dua kelompok agar lebih efektif dalam penyerapan materi,” kata Ketua Tax Center UM Magelang, Dra Retno Rusdjijati Mkes, Selasa (4/3).
Sofyan, pemateri dari KPP Pratama Magelang menyampaikan, wajib pajak melakukan self assesment atau menghitung sendiri pajaknya berdasarkan penghasilannya. Ia menjelaskan, SPT 1770 merupakan pelaporan pajak bagi pegawai yang memiliki penghasilan lain sebagai pengusaha.
Sedangkan SPT 1770 S merupakan pelaporan pajak bagi pegawai yang memiliki penghasilan lebih dari 60 juta setahun.
“Adapun SPT 1770 SS merupakan pelaporan pajak bagi pegawai yang memiliki penghasilan tidak lebih dari 60 juta setahun,” katanya.
Lebih lanjut, Sofyan menyampaikan kantor pajak tidak menerima pembayaran. Karena pembayaran hanya dilakukan di bank maupun kantor pos. Bagi mereka yang tidak menyampaikan SPT, ada beberapa sanksi yang didapat. Yaitu, denda dan bunga, pidana karena alpa, dan pidana karena sengaja.
“Jangan menyepelekan masalah SPT. Kantor KPP siap membantu para wajib pajak yang mengalami kesulitan membantu mengisi SPT,” katanya.(dem/hes)