MUNGKID – Kepedulian pada korban bencana alam kembali diperlihatkan masyarakat Lereng Merapi. Sekitar 17 kepala desa (kades) di Kecamatan Srumbung berangkat ke tempat pengungsian para korban meletusnya Gunung Kelud di Jawa Timur.
Kedatangan mereka untuk berbagi pengalaman hidup berdampingan dengan bencana, seperti yang pernah dirasakan saat Gunung Merapi meletus, beberapa tahun lalu.
Kepala Desa Srumbung, Kecamatan Srumbung Digdiya mengatakan, akan berbagi pengalaman mengahadapi bencana erupsi gunung berapi.
“Kami kan sudah terlatih. Ada sistem Desa Bersaudara, Organisasi Pengurangan Resiko Bencana (OPRB), peringatan dini, dan lain sebagainya. Ini yang coba akan kami sharing-kan pada pemangku kepentingan di lereng Gunung Kelud,” kata Digdiya yang akan berangkat, kemarin (6/3).
Menurutnya, kepedulian pada korban bencana yang diperlihatkan para kades di Kecamatan Srumbung yang kebetulan berada di lerengh Merapi tersebut merupakan susulan dari kepedulian mereka. Sebelumnya, beberapa komunitas masyarakat dan relawan di lereng Gunung Merapi sudah terlebih dahulu berangkat mengirim bantuan ke Jawa Timur.
Langkah tersebut untuk meringankan para korban yang tengah mendapat cobaan.
Camat Srumbung Agus Purgunanto menjelaskan, pemberangkatan ke Gunung Kelud bersama aparatur pemerintah kecamatan dan 17 desa di Lereng Merapi.Agus mengaku berkoordinasi dengan pemerintah daerah sekitar Gunung Kelud.
“Kami akan diterima Bapak Marlan, Camat Puncu, Kabupaten Kediri. Nanti beliau yang akan mengarahkan langsung daerah mana yang masih membutuhkan bantuan,” papar Agus.
Agus menjelaskan, bantuan tersebut sebagai wujud ungkapan rasa keprihatinan atas bencana erupsi yang menimpa masyarakat di lereng Kelud, Jawa Timur.
“Kami akan berbagi pengalaman, bagaimana bersikap. Apalagi kami telah menentukan pilihan untuk leaving harmony with disaster (hidup berdampingan dengan bencana, Red),” katanya.
Selain tenaga, rombongan juga mengirimkan bantuan logistik pada para korban. Bantuan yang dikirim merupakan kali ke-6 yang dikirimkan ke Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sebanyak dua truk berisi bantuan 6,5 ton beras, sembako, bahan makanan, perlengkapan mandi, perlengkapan wanita, dan perlengkapan bayi.
Alhamdulilah, warga sini merespons terhadap apa yang diderita saudaranya di Jawa Timur,” katanya.
Selain bantuan berupa barang, pihaknya juga mengaku membawa bantuan berupa uang. Uang tersebut akan diserahkan untuk perbaikan tempat ibadah yang ikut rusak.(ady/hes)