PENIPUAN: Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Suhadi (dua dari kanan) menunjukkan barang bukti KTP palsu di mapolres setempat (6/3).
WONOSARI – Polres Gunungkidul membongkar penipuan bermodus manipulasi data Kartu Tanda Penduduk (KTP). Dua tersangka masing-masing, Sugiyanti, 46, dan Dwi Antoro Prasetyo Nugroho, 36, diringkus.Kasus tersebut terbongkar Rabu (5/3) ketika Sugiyanti hendak memperpanjang pajak kendaraan bermotor di Samsat Wonosari. Petugas curiga karena data fisik KTP mencurigakan. Petugas kemudian bergegas menghubungi polres setempat.Setelah memastikan KTP itu palsu, anggota satreskrim menggeledah rumah Sugiyanti di Padukuhan Cepoko, Desa Trirenggo Bantul. Dari rumahnya ditemukan barang bukti berupa delapan berkas perpanjangan STNK dengan KTP palsu.Yakin pekerjaan memanipulasi data KTP tidak mungkin dikerjakan seorang diri kasus tersebut dikembangkan. Benar, mucul tersangka lain yakni Dwi Antoro Prasetyo Nugroho warga Pedukuhan Badekan, Desa Badekan, Bantul. Dari rumah Dwi, petugas mendapatkan barang bukti puluhan KTP palsu, seterika, satu set komputer digunakan untuk memalsukan KTP.Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Suhadi mengatakan, tersangka bekerja sebagai biro jasa. Modusnya memanfaatkan konsumen yang tidak memiliki KTP untuk perpanjangan STNK. Dalam proses itu ternyata tersangka memalsu KTP dengan mengambil dari data STNK konsumen.”Kami amankan delapan berkas perpanjangan pajak kendaraan yang menggunakan KTP palsu,” kata Suhadi kemarin (6/3).Sugiyanti mengatakan melakukan bisnis pemalsuan KTP sejak sebulan terakhir. Dia memalsukan KTP karena banyak konsumennya yang tidak memiliki KTP ketika hendak memperpanjang pajak kendaraan.”Dari setiap KTP palsu saya mendapat keuntungan Rp 30 ribu. Sementara Dwi mendapatkan upah Rp 15 ribu,” katanya.Kertas dan plastik untuk membuat KTP palsu dibeli dari minimarket. Seluruh bahan dicetak Dwi. Akibat perbuatannya tersangka diancam dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat atau dokumen dengan ancaman enam tahun penjara. (gun/iwa)