PURWOREJO– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purworejo mulai melakukan proses penyortiran dan pelipatan surat suara Pileg 2014. Kegiatan itu melibatkan 300 buruh sortir lipat. Pelipatan sudah dimulai sejak Rabu (5/4) dan ditarget selesai dalam waktu 10 hari.
Pantauan Radar Jogja, Kamis (6/3) pukul 14.00 jumlah surat suara yang tersortir dan terlipat berjumlah 392.992 lembar. Sedangkan surat suara yang rusak ada 176 lembar.
Selain surat suara rusak, KPU juga menemukan 151 surat suara Dapil I Kabupaten Wonosobo yang terselip dari percetakan dan masuk KPU Purworejo.
“Kerusakan ada berbagai bentuk. Ada yang berlubang, cetakan tidak jelas dan sebagainya. Sedangkan surat suara Dapil I Kabupaten Wonosobo yang ditemukan pada proses sortir lipat Rabu (5/3) ada 51 lembar. Hari ini (kemarin,Red) kembali ditemukan 100 lembar,” kata Ketua KPU Purworejo Dulrokhim, kemarin (6/3).
Dulrokhim meneruskan, atas temuan surat suara Dapil I Wonosobo, pihaknya membuat berita acara dan dilaporkan ke KPU Pusat.
“Proses sortir lipat diprioritaskan untuk surat suara DPRD II. Alasannya, ketika ada kekurangan bisa langsung dimintakan ke percetakan,” katanya.
Menurut Dulrokhim, jumlah surat suara yang rusak atau kemungkinan surat suara dari Dapil I Kabupaten Wonosobo kemungkinan bisa bertambah. Karena proses sortir lipat belum selesai.
Saat ditanya, kenapa surat suara dari Dapil I Wonosobo bisa masuk KPU Purworejo, ia menduga percetakan salah memasukkan ke boks atau kardus.
“Kemungkinan besar proses cetak surat suara untuk Dapil Kabupaten Wnosobo juga menggunakan jasa percetakan yang sama. Bias jadi, terselip masuk saat pengepakan. Kalau surat suara Dapil I Wonosobo yang terkirim utuh, tidak ada kerusak. Apakah nanti diserahkan ke KPU Wonosobo atau bagaimana, teknisnya tentu kami mengikuti instruksi KPU pusat,” katanya.
Adapun alokasi surat suara baik DPRD II, DPRD I, dan DPR RI masing-masing berjumlah 626.177 di tambah 2 persen cadangan, jika ada kekurangan.
Jumlah tenaga sortir-lipat berjumlah 300 orang dan kan menyelesikan tugasnya selama 10 hari. Jika dilihat dari kinerja mereka selama dua hari terakhir, KPU memprediksi kegiatan sortir lipat selesai selama delapan hari.
“Sistem kerja mereka disatukan jadi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari empat orang. Setiap kelompok mengerjakan 3 – 5 kardus surat suara setara 3 ribu- 5 ribu lembar surat suara per hari. Satu kardus terdiri 1.000 lembar surat suara,” jelasnya.
Tenaga sortir lipat terdiri dari tenaga operasional KPU yang diambilkan dari luar. Tenaga sortir lipat dari berbagai profesi. Ada mahasiswa, buruh, pedagang, dan lainnya. Adapun upahnya dihitung Rp 75 rupiah per lembar surat suara.
“Kami menyediakan makan siang sekali. Mereka bekerja mulai pukul 08.00 – 15.00. Proses sortir lipat dipusatkan di Tenis In Dor Pemkab Purworejo komplek Rumah Dinas Bupati atau sayap utara gedung KPU Purworejo,” katanya.
Tenaga Sortir Lipat Rahmandhita Rizki DA, 23, warga Kedungkamal, Grabag mengungkapkan, selama ini ia bekerja sebagai tukang di bengkel motor di desanya. Mendapat informasi KPU membutuhkan tenaga sortir lipat, ia mendaftar dan diterima.
Sementara itu, Sutikno, 26, warga Karangrejo, kecamatan Kutoarjo mengaku pernah melakukan pekerjaan yang sama pada perhelatan pemilu sebelumnya. Dari pengalamannya, ia kembali direkrut KPU.
“Kemarin (Rabu, Red),kami mampu menyelesakan 2 kardus atau 2 ribu surat suara, lantaran waktunya terpotong pengarahan KPU. Hari ini (kemarin,Red) saya menyelesaikan 5 ribu surat suara. Kami dituntut teliti dan tidak sekedar mengejar target saja,” katanya.(tom/hes)