MUNGKID – Banjir lahar dingin yang menerjang beberapa sungai di lereng Merapi membuat sabo dam di beberapa titik dipenuhi material. Bangunan penahan arus banjir lahar dingin sudah penuh dan rata dengan pembatas, karena terisi material Merapi. Tidak hanya menerjang Sabo Dam Klampahan, Desa Wonolelo Kecamatan Sawangan, banjir juga terjadi di beberapa sungai. Seperti Kali Apu, Senowo, dan Tringsing. Akibatnya, beberapa sabo dam seperti APRD 1, APD 3, APRD 2, dan PARD 5 dipenuhi material.
PPK Pengendalian Lahar Gunung Merapi Kementerian PU Dwi Purwantoro menyatakan, mengantisipasi adanya banjir lahar susulan, direncanakan pembersihan menggunakan alat berat.
“Bangkai backhoe yang tersangkut di Sabo Dam Klampahan juga akan disingkirkan. Termasuk, membersihkan material yang menutup drip hole dan mengembalikan ke desain semula,” kata Dwi, saat berkunjung ke Mungkid, kemarin (6/3).
Menurut Dwi, ada 4-5 alat berat yang akan dikerahkan membersihkan material di sabo dam. Pembersihan direncanakan berlangsung selama dua minggu dan dimulai pekan depan. Pembersihan agar aliran air bisa lewat bawah lagi melalui lubang sabo dam (drip hole).
“Masyarakat juga bisa melintas lewat sabo dam lagi. Selain itu, jika sabo dam dibiarkan penuh seperti ini, membahayakan bangunan lain di sekitar sabo dam,” paparnya.
Sabo Dam Klampahan berada di perbatasan Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan tersebut hingga kini belum bisa dilalui kendaraan. Material berupa pasir dan batu yang terbawa banjir belum dibersihkan.
Dwi memastikan, konstruksi Sabo Dam Klampahan tidak rusak. Hanya dipenuhi material banjir lahar.
“Penyebab banjir sampai melampaui tinggi sabo dam karena adanya alat berat yang nyangkut di lubang (drip hole). Perkiraan kami, ketinggian banjir sebenarnya hanya 1-1,5 meter,” papar Dwi.
Selain berdampak penuhnya sabo dam dan menghanyutkan dua truk dan satu alat berat, banjir lahar dingin juga menghancurkan beberapa jembatan sesek. Jembatan yang terbuat bambu yang rusak adalah Jembatan Sesek Menayu di Kecamatan Muntilan dan Ngemplak Ngrajek.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Sujadi mengatakan, hingga kini pihaknya tidak menerima laporan terkait kerusakan akibat banjir lahar yang menerjang.
“Tidak ada kerugian akibat kerusakan. Hanya satu irigasi di Dusun Karangrejo, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan yang sempat dipenuhi material banjir. Kami sudah menyuruh warga setempat membersihkan,” katanya.(ady/hes)