MAGELANG – Gubernur Akademi Militer (Akmil), Mayjen TNI Sumardi memecat dengan tidak hormat, anggota TNI AD Sersan Satu Didik Cahyono dari kedinasan militer. Upacara pemecatan dilakukan di Lapangan Sampta Marga Akmil, kemarin (6/3).
Pemecatan terkait pelanggaran yang dilakukan Didik yang sebelumnya berdinas di satuan Zeni Akademi Militer. Pelanggaran yang dilakukan, yaitu tindak pidana THTI yang telah dijatuhi hukuman dua bulan penjara. Sedangkan untuk kasus penipuan dan penggelapan yang bersangkutan dijatuhi hukuman pidana penjara selama 10 bulan.
Berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat nomor Kep/ 64/II/2014 tanggal 20 Februari 2014, telah diberhentikan dengan tidak hormat dari dinas keprajuritan Angkatan Darat terhitung mulai 28 Februari 2014.
“Penting untuk disadari bersama, menegakkan aturan yang berlaku secara tegas dan tanpa pandang bulu, merupakan hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar lagi dalam organisasi militer. Karena disiplin merupakan sendi utama dari nilai-nilai luhur yang harus dipegang teguh dalam kehidupan setiap prajurit,” kata Gubernur Akmil.
Menurut Sumardi, apa yang dilakukan Didik mencoreng nama baik Akmil sebagai institusi pendidikan Perwira TNI AD. Akmil merupakan lembaga terhormat,tempat pendidikanperwira, akademi yang diproyeksikan menjadi pimpinan TNI di masa depan. Tentu membutuhkan personel yang berdisiplin tinggi, serta mempunyai moral dan akhlak yang mulia, sehingga dijadikan panutan dan teladan bagi para taruna.
“Sesungguhnya, upacara seperti ini sama sekali tidak dikehendaki dan seharusnya tidak perlu terjadi. Apabila paraorganikbenar-benarmenyadari status, fungsi, dan tanggung jawabnya di Akmil,” katanya.(dem/hes)