• Pekan Depan Periksa Tersangka RSUD

SLEMAN – Di penghujung masa tugasnya sebagai Kajari Sleman Jacob Hendrik P SH MH justru tetap tancap gas dalam pemberantasan kasus tindak pidana korupsi.Saat ini Kejari Sleman masih menyisakan penyidikan dua perkara besar, yakni dugaan korupsi pengadaan obat 2009 di RSUD Sleman dan penyelewengan anggaran APBDes 2008-2012 di Sendangrejo, Minggir. Selain dua kasus itu juga mulai menelusuri pengelolaan dana rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan terdampak erupsi Gunung Merapi 2010.Tidak tanggung-tanggung, dana yang diselidiki lebih dari Rp 160 miliar. Dana tersebut dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman. “Ya, saya telah terjunkan tim untuk lidik. Tunggu saja perkembangannya,” ujar Hendrik usai peresmian pusat sistem informasi manajemen Kejari Sleman kemarin (6/3).Penyelidikan tersebut, lanjut Hendrik, untuk mencari tahu optimalisasi penggunaan dana, sekaligus pengawasan agar fungsi pengelolaan anggaran baik. Proses selanjutnya, Hendrik menyerahkan kepada penggantinya, Nikolaus Kondomo SH, yang sebelumnya menjabat Aspidsus Kejati Papua. Hendrik sendiri promosi menjadi Asintel Kejati Jawa Tengah, yang akan melakukan sertijab pada Selasa (11/3) di Semarang.Menanggapi penyelidikan kejari, Bupati Sleman Sri Purnomo menyatakan siap bekerjasama dengan penyidik demi terciptanya good and clean government (pemerintahan yang baik dan bersih). “Prinsipnya kami terbuka untuk diselidiki terkait dengan semua kegiatan yang terkait pasca erupsi Merapi,” papar Sri.Kepala BPBD Julisetiono Dwi Wasito mengklaim lembaganya telah bekerja maksimal. “Saya kira semua tugas telah dijalankan dengan baik. Tapi kalau ada hal-hal yang perlu diperiksa, mangga saja,” tuturnya. Julisetiono berjanji selalu kooperatif dan siap memberikan keterangan serta data secara komplit untuk keperluan penyelidikan.Mantan Kepala BPBD Urip Bahagia mengungkapkan hal senada dengan Julisetiono. “Saya siap saja. Semua yang pernah menangani hal itu, ya harus siap,” ujarnya. Sementara itu, perkembangan penyidikan kasus pengadaan obat tahun 2009 di RSUD Sleman mulai masuk babak baru. Penyidik berencana memeriksa kedua tersangka pada Selasa (11/3). Yakni mantan Direktur RSUD Sardjoko dan panitia pelaksana pengadaan barang di bidang farmasi Sri Wahyuni. “Surat panggilan sudah kami layangkan semua,” kata Kasi Pidana Khusus Sriyono SH.Selain itu, terkait dugaan korupsi APBDes Sendangrejo dengan tersangka Waljono, penyidik masih mendalami keterangan saksi-saksi. (yog/din)