DIKEBUT : Pekerja lepas sedang melakukan pelipatan surat suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul kemarin (6/3). Di Sleman ditemukan banyak surat suara yang rusak.

  • Jumlahnya Ratusan Masuk ke Dapil Lain

BANTUL – Proses penyortiran dan pelipatan surat suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul tersendat. Itu menyusul adanya ratusan surat suara yang terselip. Misalnya, surat suara untuk daerah pemilihan (dapil) 3 dan 1 terselip di dalam kardus surat untuk dapil 2.Komisioner KPU Divisi Logistik dan Keuangan Didik Joko Nugroho memastikan jumlah surat suara yang diterima KPU, baik untuk DPRD Kabupaten, Provinsi, DPR RI hingga Dewan Perwakilan Daerah (DPD) telah sesuai. Hanya saja, saat proses penyortiran dan pelipatan surat suara untuk DPRD Kabupaten, KPU menemukan surat suara untuk beberapa dapil terselip di kardus surat suara dapil lainnya.”Kami menemukan surat suara dapil 3 dan 1 masuk kardus dapil 2. Ketika kami menyortir surat suara untuk dapil 4 kami menemukan surat suara dapil 1 atau 3,” terang Didik kemarin (6/3).Satu kardus surat suara berisi sepuluh plastik. Masing-masing plastik berisi seratus surat suara. Dari sepuluh plastik tersebut ternyata ada beberapa surat suara untuk dapil lain. “Bahkan di dalam satu plastik ada yang terselip surat suara untuk dapil lain,” ujarnya.Karena itu, Didik meminta pengawas maupun pekerja menghentikan proses penyortiran dan pelipatan ketika menemukan adanya surat suara beda dapil yang terselip. Tujuannya agar kesalahan teknis tersebut tak berdampak panjang. “Kami tidak ingin ketika salah dapil kemudian terlanjur dilipat nanti salah memasukkan di kotak suaranya. Karena surat suara perdapil sudah kami pilah juga,” ungkapnya.
Didik menyebutkan, ada sekitar 200 lebih surat suara yang terselip. Meski begitu, dia menargetkan proses penyortiran dan pelipatan suara enam dapil untuk DPRD Kabupaten dapat selesai pada Senin atau Selasa pekan depan. “Dari sisi jumlah surat suara nggak ada masalah,” jelasnya.Selain itu, Didik menguraikan, selama proses penyortiran dan pelipatan surat suara ini KPU menemukan sekitar 400 surat suara yang rusak. Kerusakan bervariatif, mulai robek hingga terkena noda tinta. “Sudah kami klasifikasi. Proses laporan ini akan kami sampaikan setelah proses pelipatan selesai,” tambahnya .Anggota KPUD Sleman Divisi Logistik Keuangan Rumah Tangga dan Umum AswinoWardana mengakui belum tahu jumlah surat suara rusak. Untuk efisiensi waktu, pengecekan dilakukan sekaligus saat pelipatan. Surat suara rusak atau cacat beragam bentuknya. Misalnya, sobek, daftar caleg tak lengkap, dan cetakan huruf tak jelas atau kabur. (zam/yog/din)