SLEMAN – Arsitektur yang unik dan berbeda diusung oleh The Captain Urban Lounge sebagai tema tempat nongkrong. Tidak hanya menyajikan sajian kuliner yang nikmat, sebuah badan pesawat Foker 28 dipilih sebagai arsitektur lounge ini.Lounge yang yang beralamatkan di Jalan Damai, Ngaglik, Sleman ini mengubah badan pesawat Foker 28 menjadi sebuah tempat perjamuan. Owner The Captain Urban Lounge Ketzia Laurent mengungkapkan konsep ini dipilih untuk menghadirkan sensasi yang berbeda. “Harapannya bisa menghadirkan sensasi terbang di tengah kota tanpa harus menuju airport. Tata tempat didesain seunik mungkin agar sensasi ini benar-benar bisa dirasakan oleh pengunjung,” kata Ketzia kemarin (6/3).Ketzia mengungkapkan tempat ini merupakan sebuah lounge yang awalnya terbentuk dari sebuah ketertarikan tentang pesawat terbang. Selain menghadirkan suasana dan nuansa baru, bangunan ini bertujuan menambah wawasan. Caranya dengan melihat bagian-bagian pesawat terbang dari lebih dekat.Selain memiliki fungsi sebagai lounge, kedepannya potongan pesawat ini akan ditata menyerupai semi museum. Tujuannya untuk menambah ilmu tentang sejarah penerbangan di Indonesia. Sasarannya terdiri dari siswa Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. “Jadi nanti para siswa TK dan SD bisa main ke sini untuk sekadar mengetahui sejarah tentang pesawat. Tentunya akan dilengkapi info-info tambahan kedepannya,” kata Ketzia.Hari ini (7/3) The Captain Urban Lounge rencananya melakukan Grand Opening. Acaranya sendiri dikemas dengan konsep electronic dance music. Acara ini sebagai wujud perkenalan khususnya kepada masyarakat Jogjakarta dengan hadirnya sebuah lounge dengan konsep yang berbeda. “Seting lounge seperti ini memang baru satu-satunya dan yang pertama di Indonesia. Menunya menyajikan kuliner dan socializing di dalam pesawat terbang,” kata Manajer The Captain Ardisa Dwi Lestari. (dwi/ila)