Guru tidak hanya terkenal sebagai sosok pengajar yang memberikan ilmu kepada siswanya. Guru pun bisa bertindak lebih, seperti turut menjaga warisan seni tradisi yang dimiliki oleh Indonesia. Seperti yang dilakukan sejumlah guru yang tergabung dalam Paguyuban Guru Seni Tari Kota Yogyakarta atau Paguseta.
Paguseta sendiri berdiri tanggal 9 April 2008 di kota Jogja. Ketua Paguseta Slamet Rahayu S.Pd mengungkapkan sejarah awal berdirinya paguyuban ini atas prakarsa guru tari se-Kota Jogja. Awalnya paguyuban ini mewadahi guru tingkat Sekolah Dasar (SD) namun seiring perkembangan sudah terbuka hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Awalnya Paguseta didirikan untuk menyamakan materi-materi seni tari yang akan diberikan ke siswa. Seiring perkembangan waktu menjadi wadah yang juga mengguyubkan guru seni tari,” kata Rahayu.
Lebih lanjut, Rahayu mengungkapkan tujuan berdirinya Paguseta tidak hanya sekadar penyaluran ilmu pengetahuan. Melalui Paguseta ini para guru memiliki visi dan misi lebih dalam di bidang seni tari. Salah satunya adalah menjaga eksistensi kesenian tradisional agar tidak punah.
Usaha yang dilakukan selain pembelajaran kepada kepada siswa, para guru juga turut aktif dalam pentas. Pentas ini bertujuan memberikan motivasi dan contoh kepada siswa-siswanya dalam usaha pelestarian seni tari. Bahkan kadang mengajak anak didiknya untuk ikut pentas.
Rahayu menambahkan dengan memberikan contoh langsung, maka para siswa akan mengerti arti pelestarian. Sehingga ilmu yang didapatkan tidak hanya terbatas di ruang kelas sekolah saja.Terlebih pengenalan langsung ke lingkungan juga sangat penting untuk melatih mental siswa untuk tampil.
“Sudah menjadi komitmen awal ketika berdirinya paguyuban ini untuk menjadi contoh bagi siswa dan anak didik. Sehingga usaha pelestarian seni tari tidak hanya terbatas pada teori saja, tapi benar-benar dilakukan,” kata Rahayu.
Anggota dari Paguseta sendiri saat ini sudah ada 75 orang guru. Selain rutin menggelar latihan, para guru juga aktif berdiskusi. Biasanya diskusi yang dilakukan seputar pelestarian seni tari dan materi pelajaran.
Dalam aksinya sendiri, selain menampilkan seni tari tradisional juga menampilkan tari kreasi baru. Tari kreasi menurut para guru dianggap sebagai jembatan para siswa untuk belajar tari tradsional. Dengan melakukan pengenalan awal tari kreasi baru, maka akan lebih mudah untuk belajar tari tradisional. (dwi/ila)