MUNGKID – Acara tahunan Festival Durian kembali digelar di Kabupaten Magelang. Ada yang berbeda dibandingkan acara serupa tahun lalu.
Pembukaan festival buah durian lokal dan festival buah eksotik ini ditandai karnaval 20 gunungan berisi durian dan buah-buah lokal. Ke-20 gunungan durian berdiameter dan berketinggian 1-2 meter memeriahkan Festival Durian Lokal Candimulyo.
Gunungan durian ukuran raksasa tersebut juga menjadi ikon penyelenggaraan festival buah durian. Gunungan durian diambil dari 20 gabungan kelompok tani di sejumlah desa penghasil durian di lereng Merbabu. Festival semakin meriah, lantaran empat tokoh punakawan memimpin karnaval gunungan durian tersebut.
Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magelang Agus Liem mengatakan, festival ini membuktikan peran buah lokal. Khususnya, durian yang tidak kalah dengan buah impor yang ada di pasaran.
Menurut Agus, pada tahun ini dirancang berbeda dengan festival tahun lalu. Festival durian tahun ini ada kirab gunungan durian dan belah seribu durian gratis bagi pengunjung.
Harapannya, dengan kegiatan ini akan menjadi tonggak awal adanya wisata hasil holtikultura tahunan di Kabupaten Magelang.
“Prosesi kirab ini dimaksudkan sebagai wujud syukur petani durian serta pelaku usaha di Kecamatan Candimulyo dan sekitarnya,” papar Agus, Sabtu (8/3).
Festival durian yang digelar di lapangan Candimulyo dipadati warga dan penggemar durian. Para penggila buah durian berbagai daerah berburu kelezatan buah durian di festival durian tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Tengah, Prasetyo Ari Wibowo menjelaskan, hingga Maret 2014, ada empat festival durian yang digelar di Propinsi Jawa Tengah. Even festival durian adalah even yang mampu membangkitkan pariwisata Jawa Tengah. Menariknya, kegiatan ini diadakan di tingkat desa dan kecamatan.
“Melalui even ini, diharapkan mampu mendorong citra Jawa Tengah dan Visit Jateng,” katanya.(ady/hes)