BANTUL – Setelah sukses digelar di Sleman, program Djarum Foundation peduli pada penderita katarak berlanjut ke Bantul. Kali ini, bertempat di Rumah Sakit Santa Elizabeth Ganjuran Bantul,
Djarum Foundation menggandeng Perhimpunan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) DIJ. Mereka sukses menggelar program sosial Operasi Katarak Gratis, kemarin (9/3).
Program bernama “Sumbangsih Sosial Djarum Foundation” ini dibuka Wakil Kepala Dinas Kabupaten Bantul dr Pramudi Darmawan MKes dan Vice President Djarum Foundation, FX Supandji. Kegiatan social tersebut disambut antusias masyarakat setempat. Lebih dari 150 peserta hadir untuk memeriksakan kesehatan matanya.
“Kegiatan ini diadakan untuk memberantas buta katarak, agar kualitas hidup masyarakat lebih meningkat,” kata Tim Bakti Sosial Operasi Katarak Perdami DIJ, dr Reinne Natali, di sela-sela acara.
Reinne melanjutkan, penyebab utama katarak adalah penuaan,di mana lensa mata mengalami kekeruhan. Di Jogja, penyakit ini bisa terjadi di usia 60 tahun ke atas. Tak jarang, bisa menimpa usia produktif antara 20-30 tahun, karena faktor trauma, infeksi, dan lainnya.
Karena itu, lanjut Reinne, masyarakat diingatkan untuk menjaga pola gaya hidup. Seperti banyak mengkonsumsi sayur dan buah untuk memperlambat progesivitas katarak.
Operasi katarak gratis tersebut berlangsung antara 30 menit – 1 jam tiap pasien. Semuanya, tergantung kerja sama pasien dan tingkat kesulitannya. Selain operasi karatak gratis, juga dilakukan pembagian lensa mata gratis bagi pasien.
“Kami berharap sosialisasi buta katarak sampai ke masyarakat, sehingga deteksi dini kebutaan lebih cepat diketahui,” katanya.
Suparmo, warga Kali Gondang Bantul yang mengikuti acara tersebut mengungkapkan, dirinya menderita katarak selama lima tahun.
“Adanya operasi katarak gratis ini berguna bagi masyarakat kurang mampu. Saya bersyukur dan berterima kasih pada penyelenggara, karena dibantu penyembuhan,” kata pria berusia 60 tahun ini.(ven/hes)