LOANO – Pecinta Alam SMAN 3 Purworejo mengadakan bakti sosial di area outbond Desa Wisata Karangrejo, Kecamatan Loano, kemarin (9/3). Sedikitnya 10 siswa dari 26 anggota organisasi pecinta alam SMAN 3 Purworejo atau dikenal dengan sebutan Plasma tersebut, turun ke lapangan.
Ketua Plasma Teguh Setyono, 16, menjelaskan, kegiatan tersebut sebagai ungkapan cinta lingkungan, dengan memberikan sumbangan tenaga pada masyarakat.
“Desa Wisataa Karangrejo dikenal dengan ajang flying fox-nya. Nah kami disini membantu pembersihan seling (kawat, Red) lintasan ajang flying fox agar tidak berkarat dan aman digunakan,” papar Bongol, panggilan akrab Teguh Setyono.
Bongol melanjutkan, kawat dibersihkan karena terkena debu abu Gunung Kelud, beberapa waktu lalu. Tidak hanya dibersihkan, kawat juga diberi pelumas, sebagai bagian manajemen perawatan.
“Kalau tidak diberi pelumas, kondisinya cepat rusak. Terlebih setelah kena abu vulkanis, bisa jadi kalau tidak dibersihkan akan korosi dan tidak aman saat digunakan,” jelasnya.
Menurut Bongol, Plasma berencana menjadikan Desa Wisata Karangrejo sebagai jujugkan kegiatannya. Ini membuat mereka tergerak dan turun langsung melakukan perawatan akan fasilitas pendukung di kawasan tersebut.
“Bulan April 2014, rencananya kami akan mengadakan seminar lingkungan di lokasi ini. Adapun pesertanya adalah pelajar se-Purworejo,” katanya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdawis) Desa Karangrejo Patnani mengaku, senang dengan aktivitas anak-anak pecinta alam SMAN 3 Purworejo.
“Sejak awal terbentuknya desa wisata ini, kami selaku warga terbuka pada siapapun, terlebih yang berniat membantu kami. Keberadaan mereka juga memiliki andil mengenalkan Karangrejo sebagai desa wisata,” kata Patnani.
Ia mengaku, Karangrejo masih butuh promosi untuk mendatangkan banyak wisatawan.
“Kami membuka desa wisata sejak 2009 dan tahun lalu mendapat dana PNPM Pariwisata. Mudah-mudahan segera berkembang dan menjadi jujukan wisatawan,” imbuhnya.(tom/hes)