Mudah Menular, Bisa Lewat Udara
JOGJA – Pancaroba potensial menimbulkan sejumlah penyakit kulit. Salah satunya adalah penyakit yang disebabkan virus rubella. Penyakit ini ditemukan di wilayah Kotagede, Kota Jogja.
Virus rubella menyebabkan terjadinya campak jerman yang mudah menyerang anak-anak hingga dewasa. Penyakit itu diyakini muncul saat peralihan musim hujan menuju musim kemarau seperti saat ini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja dr Fita Yulia Kisworini MKes mengakui, virus rubella sudah menyerang sepuluh orang di Kotagede. Mereka rata-rata remaja.
“Ya sudah didapati sepuluh orang terkena virus rubella. Ditemukan di suatu pondokan. Mudah menular ke orang lain,” terang Fita kemarin (9/3).
Menurut virus tersebut tidak hanya menyerang anak-anak atau dewasa. Ibu hamil juga dapat terserang.
“Jika didapati (ibu hamil) terinveksi maka akan berdampak kepada kecacatan janin atau keguguran,” jelasnya.
Selain itu, virus rubella mampu menyerang bagian syaraf atau otak. Virus itu juga dapat menyerang kulit dengan ditandai munculnya bercak merah seperti campak.
Fita menambahkan, penularan virus rubella sangat cepat. Jika daya tahan tubuh manusia sangat lemah, terang dia, virus ini akan mudah masuk ke dalam tubuh dengan cepat.
Untuk itu, dia mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan tubuh. Masyarakat mesti menerapkan pola hidup sehat dan bersih di rumah serta lingkungan.
Fita membenarkan jika seorang sudah pernah terkena virus rubella sebelumnya maka sangat dimungkinkan orang tersebut akan mudah terserang kembali. Sebab, penularan virus rubella tidak hanya dari keringat. Penularan juga bisa melalui udara.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk siaga. Menurutnya, langkah antisipasi yang paling mudah menangani serangan virus ini yakni melakukan pemeriksaan ke pelayanan kesehatan jika ada gejala panas dan bintik-bintik merah di kulit. “Segera diperiksakan agar segera ditangani (oleh dokter),” ujarnya.
Sedangkan Direktur Rumah Sakit Jogja Tuty Setyowati menjelaskan, belum ada pasien yang terinveksi virus rubella di rumah sakit yang dikelolanya. “Sejauh ini belum adanya laporan (pasien akibat virus rubella),” jelasnya.
Menurutnya, pasien yang banyak dirawat di RS Jogja antara lain menderita diare, demam berdarah, dan infeksi saluran pernapasan akut. “Belum ada pasien rubella. Paling banyak diare yang dialami anak-anak,” katanya.
Tuty menambahkan masyarakat harus mampu menjaga pola hidup sehat. Dia juga menyatakan masyarakat tetap perlu mewaspadai kemungkinan munculnya virus rubella.
“Perlu juga mewaspadai penyakit seperti ispa. Abu vulkanis pascaerupsi Gunung Kelud masih berdampak kepada manusia secara langsung melalui udara,” jelasnya.
Sejauh ini, kata dia, RS Jogja selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Jogja. Mereka selalu melakukan promosi kesehatan.
“Tidak henti-hentinya program promosi kesehatan dilakukan kepada masyarakat Jogja,” tegasnya. (hrp/amd)