Kalangan dewan meminta Pemkot Magelang ikut bertanggung jawab pascaperampokan yang menimpa minimarket Indomaret di Jalan Gatot Subroto. Apalagi, sesuai Perda Nomor 6/ Tahun 2011 tentang Pasar Tradisional, Toko Modern, dan Pusat Perbelanjaan, mengatur jam buka toko modern yang dibatasi, maksimal pukul 23.00. Aturan tersebut memunculkan soal pengaturan jam operasional, dengan pertimbangan faktor keamanan.
Lha kalau sudah seperti ini, Perda tidak ditegakkan dengan benar, ya terjadi korban. Ada yang dirampok dan ada yang terluka. Pemkot harus bertanggung jawab. Ini masalah citra. Kami tidak ingin peluang kejahatan tercipta, justru Pemkot yang menolerir adanya pelanggaran,” kritik Anggota Komisi C DPRD Kota Magelang Eddy Sutrisno, kemarin (9/3),
Ia yang terlibat pada perancangan Perda Nomor 6 Tahun 2011 mengaku, merasa kecolongan dengan diundangkannya Perwal Nomor 66 Tahun 2012.
Betapa tidak, lanjut Eddy, harapan dewan saat merancang perda, toko modern bisa tutup sesuai ketentuan aturan, sehingga warung kecil milik warga mendapat keuntungan buka malam.
Ia meneruskan, salah satu pasal dalam Perda Nomor 6 Tahun 2011, termuat pusat perbelanjaan dilarang beroperasi 24 jam penuh. Sedangkan definisi pusat perbelanjaan, termasuk di dalamnya toko modern dan ritel berjejaring.
Eddy menganggap, adanya pembatasan jam operasional toko modern juga demi mempertimbangkan aspek keamanan. Sebab, petugas dari kepolisian dipastikan tidak mampu menjaga selama 24 jam, 20 minimarket yang ada di kota gethuk ini.
Penilaian Eddy, indikasi perampokan ini membuktikan Kota Magelang rawan akan aksi kriminalitas. Meski kebijakan 24 jam operasional minimarket sudah ada produk hukumnya, ia berharap kepolisian bisa melakukan antisipasi.
“Selain batasan jam, lokasi penempatan toko modern harusnya ada zonasi. Banyak lokasi toko modern yang dekat dengan pasar tradisional dan kawasan pemukiman penduduk yang di situ banyak warung kecil, ya seharusnya jangan buka 24 jam,” imbau pria yang juga ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Magelang.
Kapolsek Magelang Selatan, Kompol Sri Wigiyanti meminta aksi perampokan harus menjadi pelajaran bersama. Termasuk, perusahaan bersangkutan maupun pemerintah daerah agar segera mengambil tindakan pencegahan.
“Sebagai aparat sampai sekarang terus melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku. Di luar itu, perlu tindakan pencegahan agar perampokan serupa tidak terjadi lagi. Baik di Indomaret maupun toko lainnya,” pintanya.
Atas kejadian itu, polisi menyampaikan ke pihak Indomaret agar mengevaluasi jam operasional toko. Apalagi kebanyakan bisnis waralaba di wilayah hukumnya tidak ada penjagaan keamanan. Seperti satpam dan lainnya.
“Jangan sampai menunggu kejadian serupa menimpa toko lainnya, baru mengambil tindakan,” katanya.(dem/hes)