Kawal Pemilu, Polres Gunungkidul Patroli
GUNUNGKIDUL – Satuan Polisi Air (Polair) Polres Gunungkidul siap mengawal pelaksanaan pemilihan umum (pemilu). Salah satu bentuk kesiapan itu tecermin dari patroli laut yang dilakukan di kawasan perairan Pantai Sadeng, Girisubo (8/3).
Patroli itu dipimpin Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnain. Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya mempersempit ruang gerak pengacau pesta demokrasi.
“Kami mengoptimalkan fungsi kapal untuk melakukan patroli dan penindakan hukum kepada pelaku kriminalitas di perairan laut selatan. Ini juga menjadi bagia dari tugas kami dalam melakukan pengamanan pemilu melalui jalur perairan,” kata Faried.
Patrol menggunakan dua perahu cepat jenis C2. Sekitar satu pleton atau 30 anggpta kepolisian melakukan penyisiran hingga radius empat mil laut dari garis pantai.
Jalau perairan Gunungkidul, kata Faried, menjadi fokus perhatian. Sebab, jalur ini merupakan jalur lalu lintas strategis.
“Daerah kita ini (perairan laut selatan) sangat tertutup sehingga banyak celah untuk digunakan pelaku kriminalitas,” terangnya.
Dia mengakui, patroli jalur perairan tidak bisa dilakukan rutin dan setiap saat. Bahkan, patrol tidak dapat dijadwalkan secara pasti. Itu mengingat patrol harus menyesuaikan dan mempertimbangkan cuaca.
Menurutnya, antisipasi kerawanan jalur laut ini tak hanya untuk mencegah pengacau terkait pemilu. Kegiatan ini juga dilakukan untuk mencegah masuknya imigran gelap.
“Memantau imigran gelap dan kapal asing. Ini merupakan satu dari sekian banyak tugas kepolisian perairan,” katanya.
Mengingat keterbatasan petugas dalam menjaga keamanan jalur air, Faried mengharapkan peran serta masyarakat. Warga pesisir diimbau berpartisipasi dengan melaporkan jika melihat dan menemukan indikasi kerawanan jalur perairan laut selatan.
“Petugas siap setiap saat. Kerja sama yang baik dengan semua pihak diperlukan demi menjaga kemananan wilayah,” ucapnya.
Waka Polres Gunungkidul Kompol Irwan Setiawan menjelaskan, dalam menjalankan patroli pengamanan pemilu ini Polres Gunungkidul mendapatkan bantuan personel dari Polda DIJ. Jumlahnya mencapai satu satuan setingkat kompi (SSK) dari Datasemen Gegana Brimob dan satu SSK dari Satuan Sabhara.
Sedangkan kekuatan Polres Gunungkidul sebanyak 720 orang. Itu termasuk personel dari TNI dan pemerintah.
“Untuk brimob tetap stand by di polres. Sementara Sabhara diperbantukan di kecamatan-kecamatan yang sulit dijangkau,” terangnya. (gun/amd)